-
Persija Jakarta mengincar Aqil Savik dan gelandang Jepang Kyohei Yoshino di bursa transfer.
-
Aqil Savik diproyeksikan memperketat persaingan kiper bersama Andritany Ardhiyasa dan Cyrus Margono.
-
Kyohei Yoshino dibidik karena memiliki fleksibilitas taktis tinggi sebagai gelandang maupun bek.
Suara.com - Aktivitas Persija Jakarta di bursa transfer menjelang Super League 2026/2027 mulai menjadi sorotan. Terbaru, gelandang Jepang Kyohei Yoshino dan eks kiper Persib Bandung, Aqil Savik dirumorkan merapat ke Macan Kemayoran.
Nama Aqil Savik menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena musim lalu tampil cukup konsisten bersama Bhayangkara FC.
Berdasarkan catatan kompetisi, Aqil bermain dalam 30 pertandingan dan mencatatkan sembilan clean sheet. Dari total penampilannya tersebut, ia kebobolan 39 gol.

Sebelum bersinar bersama Bhayangkara FC, Aqil merupakan produk akademi Persib Bandung. Ia sempat mendapatkan promosi ke tim senior Persib pada periode 2020 hingga 2022 sebelum akhirnya memilih melanjutkan karier bersama Bhayangkara FC.
Selama empat musim memperkuat The Guardians, Aqil tampil dalam 52 pertandingan. Dalam rentang tersebut, ia mencatatkan 13 nirbobol dan kemasukan 69 gol.
Selain pengalaman yang cukup matang di kompetisi domestik, Aqil juga memiliki postur ideal untuk seorang penjaga gawang.
Pemain kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 17 Januari 1999 itu memiliki tinggi badan 186 sentimeter.
Apabila rumor tersebut menjadi kenyataan, kehadiran Aqil dipastikan akan membuat persaingan di sektor penjaga gawang Persija semakin ketat.
Saat ini, Macan Kemayoran sudah memiliki dua nama yang menghuni posisi tersebut, yakni Andritany Ardhiyasa dan Cyrus Margono.
Selain memburu kiper, Persija juga disebut tengah memantau pemain asing yang berkiprah di Jepang.
Sosok yang dikaitkan dengan klub ibu kota adalah Kyohei Yoshino, pemain milik Cerezo Osaka yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Jepang.
Musim lalu, Yoshino tampil dalam 18 pertandingan bersama Cerezo Osaka. Dalam kesempatan tersebut, ia menyumbangkan satu assist dan menerima dua kartu kuning.
Keunggulan utama Yoshino terletak pada fleksibilitasnya di lapangan. Berdasarkan data Transfermarkt, pemain asal Jepang itu dapat dimainkan di beberapa posisi berbeda.
Meski posisi naturalnya adalah gelandang serang, Yoshino juga mampu menjalankan peran sebagai bek tengah.
Kemampuan bermain di lebih dari satu posisi tersebut membuatnya menjadi aset berharga bagi tim yang membutuhkan kedalaman skuad.
Sebelum bergabung dengan Cerezo Osaka, Yoshino juga memiliki pengalaman panjang di kompetisi Jepang bersama sejumlah klub lain. Ia pernah membela Yokohama FC, Vegalta Sendai, hingga Tokyo Verdy.
