- Declan Rice yakin Timnas Inggris mampu menjuarai Piala Dunia 2026 setelah menang 4-2 atas Kroasia di laga perdana.
- Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana di Stadion Boston pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 03.00 WIB mendatang.
- Kemenangan atas Ghana akan memastikan skuad asuhan Thomas Tuchel lolos ke babak 32 besar Piala Dunia lebih awal.
Suara.com - Declan Rice menegaskan kepercayaan dirinya terhadap peluang Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Gelandang Arsenal itu bahkan menyebut skuad Tiga Singa mampu mengalahkan siapa pun jika tampil sesuai standar permainan terbaik mereka.
Keyakinan tersebut muncul setelah Inggris membuka perjalanan di turnamen dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia pada laga perdana Grup L.
Jelang menghadapi Ghana pada matchday kedua, Rice menilai tim asuhan Thomas Tuchel kini memiliki mentalitas dan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara mana pun.

Timnas Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana di Stadion Boston, Foxborough, pada Rabu (24/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Kemenangan atas Kroasia menjadi bukti kualitas skuad Inggris yang dihuni banyak pemain bintang. Gol-gol dari Harry Kane, Jude Bellingham, hingga Marcus Rashford menunjukkan kedalaman tim yang dimiliki The Three Lions.
Declan Rice Jadikan Laga Kontra Kroasia sebagai Tolok Ukur
Rice menilai performa Inggris pada babak kedua saat menghadapi Kroasia menjadi standar yang harus dipertahankan sepanjang turnamen.
"Kami tahu sebagai pemain level apa yang dibutuhkan, dan performa babak kedua itu mungkin menjadi tolok ukur bagi kami," ujar Rice seperti dikutip dari France 24.
Menurutnya, jika Inggris mampu mempertahankan intensitas permainan sejak menit awal, peluang untuk meraih hasil maksimal akan semakin besar.
"Kami percaya jika kami bisa melakukannya sejak menit awal, kami bisa mengalahkan lawan mana pun di dunia," tegas Rice.
"Kami ingin percaya diri dengan kemampuan kami dan apa yang bisa kami lakukan di lapangan," lanjutnya.
Selain kualitas pemain inti, Rice juga menyoroti pentingnya kontribusi para pemain cadangan yang dinilai mampu memberikan perbedaan saat dibutuhkan.
Rice Merasa Fisik dan Mentalnya Sedang Prima
Meski telah menjalani 63 pertandingan bersama klub dan tim nasional sepanjang musim ini, Rice mengaku masih berada dalam kondisi terbaik.
Ia menegaskan tubuhnya telah dipersiapkan untuk menghadapi jadwal panjang dan tekanan tinggi di level tertinggi sepak bola.
"Tubuh saya telah dikondisikan dan dibangun untuk momen-momen ini, untuk menjalani musim yang panjang," jelas Rice.
Gelandang berusia 27 tahun itu juga merasa kondisi mentalnya sedang sangat baik menjelang laga penting kontra Ghana.
"Saya pikir saat ini saya berada di ruang mental yang sangat baik, dan secara fisik saya juga merasa sangat baik," ujarnya.
Bukayo Saka Siap Kembali Merumput
Kabar positif juga datang dari Bukayo Saka yang sebelumnya tidak tampil sebagai starter saat melawan Kroasia akibat mengalami masalah pada tumitnya.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memastikan pemain Arsenal tersebut kini sudah pulih dan siap dimainkan.
"Bukayo semakin membaik, pergerakannya semakin bebas, dan ia tidak lagi merasakan sakit," kata Tuchel.
Saka bahkan telah mengikuti dua sesi latihan terakhir bersama tim dengan intensitas tinggi.
"Ia siap berangkat, tanpa memberi tahu Anda apakah ia akan tampil sejak awal atau masuk dari bangku cadangan," tambah pelatih asal Jerman tersebut.
Inggris Incar Tiket 32 Besar Lebih Cepat
Thomas Tuchel optimistis skuad yang dimilikinya mampu mengatasi tekanan besar untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia Inggris.
Meski ekspektasi publik sangat tinggi, Tuchel menilai keberadaan banyak pemain berpengalaman akan membantu tim tetap tenang dalam menghadapi momen-momen penting.
"Ada emosi yang terlibat dan Anda bisa merasakan ketegangan serta tekanan pada titik tertentu," ujar Tuchel.
"Namun saya merasa bahwa kami memiliki begitu banyak pemenang yang berpengalaman untuk mengatasi tekanan tersebut," lanjutnya.
Timnas Inggris terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 1966. Sejak saat itu, mereka terus berusaha mengakhiri puasa gelar di berbagai turnamen besar.
Di era Gareth Southgate, Inggris sempat mencapai dua final Euro secara beruntun, tetapi gagal mengangkat trofi.
Kini, kehadiran Thomas Tuchel diharapkan mampu menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan generasi emas Inggris.
Kemenangan atas Ghana akan memastikan Harry Kane dan kawan-kawan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 lebih awal tanpa harus menunggu hasil pertandingan terakhir fase grup.
