- Luka Modric mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama timnas Kroasia saat bertanding melawan Panama di Piala Dunia 2026.
- Kroasia meraih kemenangan 1-0 atas Panama di Toronto Stadium melalui gol tunggal Ante Budimir pada babak kedua.
- Hasil pertandingan tersebut menjaga peluang Kroasia untuk melaju ke babak gugur sekaligus menyingkirkan Panama dari turnamen.
Suara.com - Luka Modric kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa setelah mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama Timnas Kroasia pada ajang Piala Dunia 2026.
Momen bersejarah tersebut terjadi saat Kroasia mengalahkan Panama dengan skor tipis 1-0 di Toronto Stadium, Rabu (24/6) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus menjaga peluang skuad asuhan Zlatko Dalic untuk melangkah ke babak gugur.
Modric Masuk Jajaran Elite Piala Dunia

Berdasarkan data Opta, Modric kembali menunjukkan kualitasnya meski kini telah memasuki fase akhir kariernya.
Pemain yang menjalani debut Piala Dunia pada 2006 itu kini telah mencatatkan 21 penampilan di putaran final Piala Dunia. Jumlah tersebut menempatkannya di jajaran elite pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Sejak tampil pertama kali 20 tahun lalu, hanya dua megabintang dunia yang memiliki jumlah pertandingan lebih banyak di Piala Dunia, yakni Lionel Messi dengan 28 laga dan Cristiano Ronaldo dengan 24 pertandingan.
Penampilan Modric saat menghadapi Panama juga menunjukkan bahwa kualitasnya belum memudar meski usia terus bertambah.
Akurasi Operan Tetap Luar Biasa
Dalam laga tersebut, Modric mencatatkan akurasi operan sebesar 88 persen setelah berhasil melepaskan 69 umpan akurat dari total 78 percobaan.
Konsistensi itu menjadi bukti kualitas sang maestro dalam mengendalikan ritme permainan Kroasia.
Menariknya, sepanjang kariernya di Piala Dunia, Modric selalu mencatatkan akurasi umpan minimal 80 persen dalam 19 pertandingan saat tampil sebagai starter.
Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika mengirim umpan lambung presisi kepada Marco Pasalic yang nyaris berbuah gol kedua bagi Kroasia.
Meski peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol, peran Modric tetap sangat vital dalam menjaga keseimbangan permainan Vatreni.
Budimir Jadi Pembeda
Panama sempat merepotkan Kroasia sepanjang babak pertama melalui organisasi pertahanan yang disiplin.
Bahkan, Panama menjadi tim kedua asal Concacaf yang mampu membuat Kroasia gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama di ajang Piala Dunia.
Melihat situasi tersebut, Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Ante Budimir pada awal babak kedua.
Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Budimir hanya membutuhkan sembilan menit untuk memecah kebuntuan setelah menyambut umpan silang Josip Stanisic.
Gol tersebut memastikan kemenangan Kroasia sekaligus menciptakan rekor baru bagi sang striker veteran.
Budimir Pecahkan Rekor Pencetak Gol Tertua
Pada usia 34 tahun 336 hari, Ante Budimir resmi menjadi pencetak gol tertua Timnas Kroasia di sejarah Piala Dunia.
Ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Ivica Olic sejak Piala Dunia 2014.
Tak hanya itu, Budimir juga menjadi pemain pengganti keempat Kroasia yang mampu mencetak gol di putaran final Piala Dunia.
Secara statistik, Kroasia memang tampil lebih dominan dengan expected goals (xG) sebesar 1,66 dibandingkan 0,62 milik Panama.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Kroasia sebelum menghadapi Ghana dalam laga terakhir Grup L.
Peluang Kroasia ke Babak Gugur
Kekalahan dari Kroasia memastikan Panama tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Tim asal Amerika Tengah itu kini menorehkan lima kekalahan beruntun di putaran final Piala Dunia dan bergabung dengan sejumlah negara Concacaf lain yang pernah mengalami catatan serupa.
Sementara itu, Kroasia berhasil mengamankan tiga poin krusial yang membuat persaingan di Grup L semakin terbuka.
Dengan pengalaman dan kepemimpinan Luka Modric, Kroasia berharap mampu menjaga momentum positif untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.
