Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:24 WIB
Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
Timnas Brasil (AMNY)
baca 10 detik
  • Mantan pemain Craig Burley mengkritik keras performa timnas Skotlandia di Piala Dunia 2026.

  • Kekalahan telak tiga gol dari Brasil membuat posisi Skotlandia berada di ujung tanduk.

  • Format baru turnamen dinilai memberi keuntungan bagi tim-tim dengan kualitas permainan semenjana.

Suara.com - Kekalahan telak 0-3 dari Timnas Brasil di laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 memicu kritik keras dari mantan pemain Timnas Skotlandia, Craig Burley. Pria yang pernah membela negaranya di Piala Dunia 1998 itu bahkan menilai tim asuhan Steve Clarke tidak layak melangkah ke babak gugur.

Sebelum menghadapi Brasil di Miami Stadium, Kamis (25/6/2026) pagi WIB, Skotlandia sebenarnya berada dalam posisi yang cukup menguntungkan.

Hasil imbang atau bahkan kekalahan tipis masih membuka peluang besar bagi mereka untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.

Brasil menundukkan Skotlandia 3-0 pada pertandingan terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026). [Europa Press Sports/Europa Press/Getty Images]
Brasil menundukkan Skotlandia 3-0 pada pertandingan terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026). [Europa Press Sports/Europa Press/Getty Images]

Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dua gol Vinicius Junior dan satu gol Matheus Cunha membuat Skotlandia tumbang 0-3. Hasil tersebut membuat mereka tertahan dengan koleksi tiga poin dan selisih gol minus tiga.

Burley menilai peluang Skotlandia untuk lolos lebih disebabkan oleh format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 tim.

Menurutnya, sistem tersebut justru membuka jalan bagi tim-tim dengan performa biasa-biasa saja untuk tetap bertahan dalam persaingan.

"Saya tidak masalah Skotlandia tersingkir, atau tim mana pun di bawah sana, karena, maaf saja, saya tahu begitulah cara kerja bagan dengan 48 tim, tetapi kita hanya memberi penghargaan pada kualitas medioker yang utuh," kata Burley dilansir dari ESPN.

Mantan gelandang yang pernah menjadi bagian dari skuad Skotlandia di Piala Dunia 1998 itu menegaskan bahwa jika timnya berhasil lolos, hal tersebut lebih karena keberuntungan daripada kualitas permainan yang ditunjukkan sepanjang turnamen.

"Mereka tidak benar-benar layak untuk lolos jika kita jujur dan saya rasa mereka tidak akan lolos, kecuali jika beruntung," tambah Burley.

baca juga

Bahkan, Burley tak segan melontarkan komentar yang lebih pedas terkait performa negaranya saat ini.

"Faktanya, jika mereka lolos, saya pikir itu hanya akan melanjutkan rasa malu melihat seperti apa Skotlandia sebenarnya," ketusnya.

Tak berhenti di situ, Burley juga membandingkan generasi Skotlandia saat ini dengan tim-tim masa lalu yang menurutnya memiliki kualitas jauh lebih baik.

"Ini seperti kelas dua, bukan? Mereka tidak memiliki pemain, mereka memiliki sepasang pemain, tetapi mereka tidak memiliki pemain seperti masa lalu, dan saya tidak berbicara tentang tim tempat saya bermain, meskipun tim itu memiliki beberapa pemain yang sangat bagus," urai Burley.

Ia kemudian menyoroti kualitas lini belakang Skotlandia yang dinilainya jauh dari standar generasi emas terdahulu yang diperkuat sejumlah pemain kelas dunia.

"Tim tempat Stevie (Nicol) bermain memiliki pemain kelas dunia, pemain di lini belakang seperti (Alan) Hansen dan lainnya yang bahkan terkadang tidak bisa bermain karena alasan berbeda tetapi bisa mengoper bola dengan santai dengan siapa saja - mereka tidak memiliki itu saat ini," jelasnya.

Meski berada dalam posisi sulit, peluang Skotlandia untuk lolos ke babak 32 besar masih belum sepenuhnya tertutup. Secara matematis mereka masih berpeluang merebut salah satu tiket dari jalur peringkat ketiga terbaik.

Namun situasi tersebut sangat bergantung pada hasil pertandingan dari 10 tim peringkat ketiga lainnya yang belum memainkan laga terakhir mereka.

Jika berhasil lolos, Skotlandia berpotensi mencatat sejarah dengan menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Akan tetapi, Burley menegaskan pencapaian itu tidak layak dirayakan.

"Jika mereka lolos, tidak apa-apa, tetapi tidak boleh ada perayaan jika ini adalah tim Skotlandia pertama yang lolos dari fase grup, karena itu benar-benar hanya karena keadaan," tegasnya.

"Mereka mungkin bisa melakukannya tetapi mereka tidak memiliki banyak ruang bergerak karena mereka berada di peringkat enam dari delapan dan saya rasa kemungkinan besarnya mereka akan tersingkir," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor

5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:57 WIB

Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026

Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:40 WIB

Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu

Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×