- Timnas Belanda mengalahkan Tunisia 3-1 di Kansas City Stadium pada Jumat (26/6/2026) dan lolos ke babak 32 besar.
- Belanda mencetak rekor penguasaan bola tertinggi sebesar 71,7 persen dalam sejarah statistik modern Piala Dunia sejak 1966.
- Penyerang Brian Brobbey mencatatkan rekor langka dengan mencetak gol dari tiga tembakan pertamanya di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Timnas Belanda mengukuhkan diri sebagai tim dengan dominasi penguasaan bola terbaik di Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Tunisia pada laga terakhir Grup F.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Kansas City Stadium, Jumat (26/6/2026) waktu setempat, skuad asuhan Ronald Koeman tampil begitu dominan dan memastikan tiket ke babak 32 besar sebagai juara grup.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantar Oranje melaju ke fase gugur, tetapi juga melahirkan rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Berdasarkan data Opta, Belanda mencatat penguasaan bola mencapai 71,7 persen sepanjang pertandingan.
Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dalam satu laga Piala Dunia sejak pencatatan statistik modern dimulai pada 1966.
Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang Belanda saat mencatatkan 70,8 persen penguasaan bola melawan Arab Saudi pada Piala Dunia 1994.
Awal Sempurna dan Dominasi Total Oranje

Belanda langsung tampil agresif sejak menit pertama dan berhasil membuka keunggulan hanya tiga menit setelah kick-off.
Tekanan yang dibangun Oranje memaksa gelandang Tunisia, Ellyes Skhiri, melakukan gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi umpan silang Denzel Dumfries.
Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri tercepat kedua dalam sejarah Piala Dunia.
Empat menit kemudian, Belanda menggandakan keunggulan melalui Brian Brobbey. Penyerang muda itu sukses menuntaskan sundulan terukur Virgil van Dijk dengan tendangan voli akurat yang tak mampu dihentikan kiper Tunisia.
Keunggulan dua gol yang tercipta hanya dalam enam menit 24 detik menjadi salah satu start tercepat dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Hazem Mastouri. Namun, Belanda tetap mengendalikan permainan dan memastikan kemenangan melalui gol Jan Paul van Hecke yang memanfaatkan sepak pojok Tijjani Reijnders.
Brian Brobbey Ukir Rekor Langka
Selain kemenangan tim, laga ini juga menjadi momen spesial bagi Brian Brobbey.
Penyerang berusia 24 tahun itu masuk dalam daftar elite pemain yang berhasil mencetak gol dari masing-masing tiga tembakan pertamanya di ajang Piala Dunia.
Brobbey menjadi pemain ketiga yang mampu menorehkan catatan tersebut setelah Laszlo Kiss pada 1982 dan Yerry Mina pada 2018.
Efektivitas sang penyerang menjadi salah satu senjata utama Belanda sepanjang fase grup, yang kini telah menghasilkan total 10 gol dari tiga pertandingan.
Nasib Kontras Tunisia
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi penutup yang pahit bagi Tunisia. Mereka harus mengakhiri turnamen dengan status sebagai tim dengan pertahanan terburuk di grup.
Tunisia tercatat kebobolan 12 gol sepanjang fase grup, menjadikannya tim pertama sejak Korea Utara pada Piala Dunia 2010 yang kebobolan sebanyak itu pada fase penyisihan.
Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat Tunisia tampil solid selama babak kualifikasi dengan catatan tanpa kebobolan.
Sejumlah pengamat menilai pergantian pelatih dari Sabri Lamouchi ke Herve Renard di tengah turnamen turut memengaruhi stabilitas permainan dan mentalitas tim.
Tantangan Berat Menanti Maroko
Setelah keluar sebagai juara Grup F, Belanda kini mengalihkan fokus ke babak 32 besar.
Oranje dijadwalkan menghadapi Maroko, salah satu kekuatan utama Afrika yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Kepercayaan diri Belanda sedang berada di level tertinggi. Selain mencetak 10 gol di fase grup, mereka juga membawa rekor 15 pertandingan tanpa kekalahan di Piala Dunia dalam waktu normal.
Permainan kolektif yang dipimpin Tijjani Reijnders di lini tengah diperkirakan kembali menjadi kunci utama untuk menjaga dominasi penguasaan bola dan mengontrol tempo pertandingan.
Kini, perhatian publik sepak bola dunia tertuju kepada pasukan Ronald Koeman. Dominasi statistik yang mereka tunjukkan sepanjang fase grup menjadi sinyal kuat bahwa Belanda siap bersaing dalam perebutan gelar juara dunia pertama dalam sejarah mereka.
