-
Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda resmi melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup.
-
Amerika Serikat dan Jerman tetap memuncaki klasemen meski kalah di laga terakhir mereka.
-
Belanda menjadi satu-satunya tim dari tiga grup ini yang menang di laga pamungkas.
Suara.com - Tiga tim raksasa memastikan diri melaju ke babak gugur dengan status terhormat sebagai penguasa klasemen. Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda sukses mengunci posisi puncak di grup masing-masing setelah menyelesaikan laga pamungkas.
Keberhasilan ini meloloskan mereka secara otomatis ke putaran 32 besar turnamen sepak bola terakbar jagat raya. Menariknya, 2 dari 3 tim tersebut justru meraih status juara grup setelah menelan hasil negatif.
Persaingan sengit di fase ini sekaligus menyaring tim-tim kuat yang siap bertarung di fase gugur. Drama kelolosan ini mewarnai berakhirnya rangkaian pertandingan di Grup D, E, dan F.
![Belanda mencetak rekor penguasaan bola tertinggi dalam sejarah Piala Dunia dengan 71,7 persen saat mengalahkan Tunisia 3-1 dan lolos ke 32 besar. [Dok. IG OnsOranje]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/26/22019-timnas-belanda.jpg)
Langkah sang tuan rumah Amerika Serikat terganjal di laga terakhir akibat kekalahan tipis 2-3 dari Turki. Pertempuran sengit yang menguras emosi tersebut berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, California.
Kendati demikian, posisi skuad Negeri Paman Sam di puncak klasemen Grup D sama sekali tidak tergoyahkan. Mereka tetap memimpin dengan modal 6 poin berharga yang sudah dikumpulkan sebelumnya.
Keberuntungan sekutu mereka bertambah setelah laga Australia kontra Paraguay berakhir tanpa pemenang dengan skor kacamata. Hasil ini membawa Australia mendampingi tuan rumah ke babak berikutnya sebagai runner-up grup.
Australia unggul selisih gol yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing terdekat mereka tersebut. Sementara itu, Paraguay masih harus mengurut dada sambil menanti keajaiban dari hasil grup lainnya.
Mereka berharap bisa menyelinap masuk lewat jalur slot peringkat ketiga terbaik turnamen. Di sisi lain, kemenangan Turki menjadi pelipur lara meski mereka tetap terkunci di posisi juru kunci.
Skenario serupa juga menimpa tim panser Jerman saat melakoni laga pamungkas mereka di fase grup. Skuad asuhan raksasa Eropa ini dipecundangi oleh kekuatan tak terduga Ekuador dengan skor tipis 1-2.
Kekalahan mengejutkan tersebut terjadi di hadapan publik Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey. Beruntung, hasil minor ini tidak merusak skema yang sudah mereka bangun sejak awal turnamen.
Jerman tetap bertengger nyaman di urutan teratas Grup E berkat tabungan kemenangan pada 2 laga perdana. Pada pertandingan terpisah, Pantai Gading tampil perkasa dengan membungkam Curacao 2 gol tanpa balas.
Kemenangan mutlak ini mengantarkan wakil Afrika tersebut melesat ke peringkat kedua mendampingi Jerman. Skenario grup ini menempatkan Ekuador di urutan ketiga klasemen akhir fase grup.
Meski finis ketiga, Ekuador berhak bernapas lega karena tiket 32 besar sudah berada di tangan. Mereka dipastikan aman mengisi salah satu slot untuk tim peringkat ketiga terbaik.
Nasib berbeda dialami oleh Belanda yang sukses menutup petualangan grup mereka dengan catatan sangat impresif. Tim Oranje sukses meredam perlawanan Tunisia melalui kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 3-1.
Stadion Arrowhead di Kansas City menjadi saksi bisu keperkasaan taktik yang diterapkan oleh armada Belanda. Tambahan poin penuh ini memantapkan posisi mereka sebagai juara Grup F dengan raihan 7 poin.
Langkah mulus Belanda diikuti oleh Jepang dan Swedia yang harus puas berbagi angka 1-1. Pertempuran sengit kedua tim tersebut membuat mereka sama-sama mengoleksi total 5 poin.
Namun, Jepang berhak atas status runner-up karena memiliki keunggulan produktivitas gol yang lebih masif. Swedia pun tidak perlu berkecil hati karena mereka tetap berhak melaju ke fase berikutnya.
Rangkaian pertandingan penutup untuk Grup D, E, dan F ini rampung digelar pada Jumat waktu Indonesia barat. Ketatnya persaingan membuktikan bahwa dominasi tim besar tidak lagi mutlak di atas lapangan hijau.
Sejumlah tim papan atas dipaksa bekerja ekstra keras demi mengamankan tempat di babak gugur. Kejutan demi kejutan yang terjadi menegaskan bahwa tensi kompetisi edisi kali ini jauh lebih tinggi.
