-
Ronald Koeman meminta Belanda tidak terlena status juara Grup F menjelang laga kontra Maroko.
-
Lini pertahanan Belanda menjadi sorotan utama karena selalu kebobolan dalam tujuh pertandingan terakhir.
-
Striker Brian Brobbey menjadi pilar kunci penyerangan Belanda dengan koleksi tiga gol sejauh ini.
Suara.com - Timnas Belanda langsung mengalihkan fokus total menghadapi ancaman Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Status juara Grup F tidak membuat armada Ronald Koeman merasa aman karena performa lini belakang mereka dinilai masih mengkhawatirkan.
Kepastian posisi puncak diraih usai membungkam Tunisia dengan skor 3-1 di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Missouri. Meski mengemas kemenangan meyakinkan, sang juru taktik menolak untuk jemawa.
"Saya tidak yakin apakah kami favorit dalam pertandingan melawan Maroko," kata Koeman dilansir laman resmi FIFA.
![Belanda mencetak rekor penguasaan bola tertinggi dalam sejarah Piala Dunia dengan 71,7 persen saat mengalahkan Tunisia 3-1 dan lolos ke 32 besar. [Dok. IG OnsOranje]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/26/22019-timnas-belanda.jpg)
"Kami harus bersiap menghadapi Maroko karena itu akan menjadi pertandingan besar. Mereka tim bagus dengan banyak kualitas dan bisa mencetak gol dengan mudah," ujar dia menambahkan.
Revolusi taktik kini menjadi agenda mendesak bagi De Oranje demi menjaga asa juara di Amerika Serikat. Ketajaman lini depan wajib diimbangi dengan soliditas benteng pertahanan yang kerap bocor.
Sepanjang fase grup, Belanda sejatinya tampil sangat produktif dengan menggelontorkan total 10 gol ke gawang lawan. Mereka pun sukses mengamankan 7 poin dari 3 pertandingan yang telah dijalani.
Namun, rapor mentereng di sektor penyerangan tersebut ternyata belum membuat Koeman tenang. Fakta bahwa gawang Belanda selalu kebobolan dalam 7 laga terakhir menjadi sinyal bahaya yang nyata.
"Anda tidak pernah berhenti belajar dalam sepak bola. Selalu ada momen dalam pertandingan ketika sebagai pelatih Anda berpikir masih ada ruang untuk perbaikan," ujar Koeman.
Mantan pelatih Barcelona itu membeberkan sejumlah kelemahan mendasar yang harus segera dieliminasi skuadnya. Komponen krusial seperti penempatan posisi pemain, efektivitas blok pertahanan, kerapatan antarlini, hingga kecepatan transisi menjadi fokus utama.
Sektor pertahanan dinilai sering kehilangan momentum saat mengantisipasi serangan balik cepat dari lawan. Pembenahan ini harus tuntas sebelum peluit sepak mula babak sistem gugur dibunyikan.
Saat menghadapi Tunisia, Belanda sebenarnya langsung tancap gas sejak menit awal laga dimulai. Tekanan agresif memaksa pemain lawan, Ellyes Skhiri, melakukan gol bunuh diri pada menit ketiga.
Keunggulan tersebut langsung berlipat ganda 4 menit kemudian lewat aksi gemilang Brian Brobbey. Sang penyerang mengonversi umpan sundulan Virgil van Dijk yang berawal dari skema bola mati.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Hazem Mastouri pada menit ke-54 babak kedua. Beruntung, Jan Paul van Hecke mengunci kemenangan Belanda lewat tandukan terukur di menit ke-62.
Bagi Brian Brobbey, 1 gol tambahan tersebut melesatkan namanya dengan koleksi 3 gol di turnamen ini. Ketajaman striker muda ini diharapkan menjadi pemecah kebuntuan saat bersua Maroko nanti.
Kendati memiliki modal lini serang yang menakutkan, Koeman melarang anak asuhnya berpikir terlalu jauh. Fokus penuh wajib dicurahkan hanya untuk laga terdekat yang ada di depan mata.
