- Pelatih Roberto Martínez mengenang mendiang Diogo Jota usai laga Portugal melawan Kolombia di Piala Dunia 2026.
- Skuad Portugal bertekad memenangkan gelar juara dunia sebagai bentuk persembahan khusus bagi mendiang Diogo Jota tersebut.
- Portugal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan bersiap menghadapi tim Kroasia untuk melanjutkan perjuangan.
Suara.com - Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martínez, tak kuasa menahan emosi saat mengenang mendiang Diogo Jota.
Momen haru itu terjadi usai hasil imbang 0-0 melawan Kolombia dalam laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026.
Martínez menyebut kenangan terhadap Jota selalu hadir, terlebih menjelang satu tahun wafatnya sang pemain pada 3 Juli mendatang.
Martinez menegaskan bahwa timnya memiliki motivasi khusus untuk mempersembahkan gelar juara dunia bagi sang almarhum.
“Saya tidak melihat ini sebagai peringatan kematian, tetapi sebagai momen merayakan apa yang telah dimulai bersama tim ini dan bersamanya. Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya,” ujar Martínez dilansir dari O Globo.

Jota meninggal dunia pada 2025 dalam kecelakaan tragis bersama sang saudara, André Silva. Kepergian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi skuad Portugal, yang masih merasakan kehilangan hingga kini.
“Setiap hari itu sulit. Selalu ada momen ketika Diogo kembali dalam ingatan kami,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Di tengah suasana emosional itu, Portugal tetap fokus menghadapi fase gugur.
Cristiano Ronaldo Cs lolos sebagai runner-up Grup K dengan lima poin dan akan menghadapi Kroasia di babak 16 besar.
“Kami fokus memulihkan kondisi dan mempersiapkan pertandingan dalam beberapa hari ke depan. Tim ini siap melanjutkan tujuan kami, yaitu memenangkan setiap laga,” tegas Martínez.
