- Takefusa Kubo dipastikan absen membela timnas Jepang melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena cedera.
- Pelatih Hajime Moriyasu tetap optimistis Jepang mampu memberikan perlawanan maksimal meski kehilangan pemain kunci dan menghadapi tim unggulan.
- Jepang menyiapkan strategi khusus termasuk menentukan sendiri urutan eksekutor penalti guna mengantisipasi kemungkinan laga berakhir imbang hingga babak tambahan.
Suara.com - Timnas Jepang harus menerima kenyataan pahit jelang pertandingan terbesar mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Brasil.
Playmaker andalan Samurai Biru, Takefusa Kubo, dipastikan absen untuk ketiga kalinya secara beruntun karena cedera yang belum pulih.
Pemain Real Sociedad itu hanya akan menjadi penonton saat rekan-rekannya berjuang menghadapi Brasil pada Senin waktu setempat.
Kubo sebelumnya juga melewatkan dua pertandingan melawan Tunisia dan Swedia demi menjalani program pemulihan individu di Nashville.
Meski sempat mengikuti sesi latihan ringan yang terbuka untuk media, Kubo masih berlatih terpisah dan terlihat belum nyaman saat melakukan latihan kelincahan.
Hajime Moriyasu Tetap Optimistis

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, memastikan Kubo belum siap diturunkan pada laga hidup-mati tersebut.
"Dia masih hanya melakukan lari dan latihan individu, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil," ungkap Hajime Moriyasu.
Absennya Kubo menjadi kerugian besar bagi Jepang mengingat kreativitas dan visi bermainnya sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Brasil.
"Kami sangat berharap dia bisa pulih dengan cepat, dan dia pun mengharapkan hal yang sama," tambah Moriyasu.
Meski kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Moriyasu menegaskan optimisme skuad Samurai Biru tetap tinggi.
Pelatih berusia 57 tahun itu percaya anak asuhnya masih memiliki peluang menciptakan kejutan seperti saat mengalahkan Brasil dalam laga uji coba sembilan bulan lalu.
"Di dunia, Brasil berada di peringkat atas sementara Jepang tidak setinggi itu, begitulah kenyataannya," ujar Moriyasu.
"Kami bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kami belum pernah berada di level itu sebelumnya," lanjutnya.
Moriyasu menyadari Brasil tetap menjadi unggulan, namun ia yakin Jepang mampu memberikan perlawanan maksimal.
"Brasil selalu menjadi tim unggulan, mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk menang, namun kami akan bermain dengan pemikiran itu," tegasnya.
"Kami akan menghormati lawan, tetapi seperti tahun lalu kami tidak diberi peluang untuk menang. Kami ingin mengubah sejarah," tutur Moriyasu.
Jepang Antisipasi Adu Penalti
Selain menyiapkan strategi menghadapi Brasil, Moriyasu juga mengantisipasi kemungkinan laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Jepang masih menyimpan kenangan pahit saat tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.
Belajar dari pengalaman tersebut, Moriyasu telah menyiapkan pendekatan berbeda.
"Ketika saatnya tiba bahwa adu penalti sangat mungkin terjadi, saya sendiri yang akan menentukan urutan penendangnya," jelas Moriyasu.
"Daripada para pemain mengajukan diri secara sukarela seperti terakhir kali, saya yang akan membuat keputusan siapa yang akan mengambil tendangan," pungkasnya.
Apabila berhasil menyingkirkan Brasil, Jepang akan menghadapi pemenang pertandingan Pantai Gading kontra Norwegia pada babak 16 besar.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada 5 Juli mendatang.
Dukungan publik Jepang diharapkan menjadi suntikan semangat bagi Samurai Biru untuk melangkah lebih jauh dan kembali mencetak sejarah di Piala Dunia 2026.
