-
Paraguay sukses menumbangkan Jerman melalui babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.
-
Kekalahan tragis ini membuat timnas Jerman tersingkir lebih awal dalam tiga edisi Piala Dunia.
-
Eksekusi penalti Jose Canale menjadi penentu kemenangan sejarah bagi skuad berjuluk La Albirroja.
Suara.com - Paraguay baru saja mengukir tinta emas dengan menumbangkan raksasa sepak bola Eropa, Jerman di Piala Dunia 2026.
Kemenangan dramatis ini diraih lewat babak tos-tosan di Stadion Gillette, Foxborough, Amerika Serikat.
Keberhasilan ini mengantar tim perwakilan Amerika Selatan tersebut melenggang ke babak 16 besar.
Sebaliknya, kekalahan ini memaksa Der Panzer mengepak koper mereka lebih awal dari turnamen.
Pertandingan sengit selama 120 menit tersebut berakhir imbang dengan skor kuat 1-1.
![Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026 [Instagram @albirroja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/66230-timnas-paraguay.jpg)
Berikut adalah 5 fakta menarik di balik tumbangnya Jerman oleh Paraguay yang mengguncang Piala Dunia 2026:
1. Tragedi 3 Edisi Beruntun Der Panzer
Kekalahan memilukan ini memperpanjang tren negatif tim nasional Jerman di kompetisi tertinggi jagat raya.
Jerman kini tercatat harus pulang prematur dalam 3 edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Ketidakmampuan menjaga konsistensi di fase gugur menjadi sinyal merah bagi masa depan sepak bola mereka.
Kegagalan ini sekaligus meruntuhkan reputasi Jerman yang dahulu dikenal sebagai spesialis turnamen besar.
2. Taktik Parkir Bus Paraguay yang Ampuh
Sejak peluit pertama berbunyi, Paraguay memilih bermain pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan.
Strategi defensif ini terbukti membuat barisan penyerang Jerman frustrasi sepanjang laga.
Meski digempur habis-habisan, disiplin tinggi para pemain belakang Paraguay sukses meredam agresivitas lawan.
Mereka justru berhasil mencuri gol pembuka lewat skema serangan balik yang sangat rapi.
3. Ironi Kai Havertz di Titik Putih
Kai Havertz sempat menjadi pahlawan yang menyamakan kedudukan lewat sundulan mautnya di babak kedua.
Gol tersebut menghidupkan kembali asa Jerman setelah tertinggal oleh gol Julio Enciso.
Namun, nasib baik berbalik 180 derajat saat penyerang Arsenal itu maju sebagai algojo penalti pertama.
Eksekusinya yang gagal menjadi awal dari runtuhnya mentalitas para penendang Jerman lainnya.
4. Drama Intervensi VAR yang Menyesakkan
Jerman sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk mengunci kemenangan pada masa perpanjangan waktu.
Bek Jonathan Tah sempat menggetarkan jala gawang Paraguay yang dikawal ketat Orlando Gill.
Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau ulang tayangan VAR di pinggir lapangan.
Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran fatal terhadap kiper sebelum bola melewati garis gawang.
5. Ketangguhan Mental Manuel Neuer yang Sia-Sia
Kiper veteran Manuel Neuer menunjukkan kelasnya dengan menahan dua eksekusi penalti pemain Paraguay.
Aksi heroiknya sempat memperpanjang napas dan harapan publik Jerman di stadion.
Sayangnya, kegagalan Jonathan Tah mengeksekusi penalti penentu membuat perjuangan Neuer berakhir antiklimaks.
Jose Canale yang maju sebagai penendang terakhir Paraguay dengan tenang memperdaya sang kiper legendaris.
Sebelum drama adu penalti ini terjadi, Paraguay unggul lebih dulu lewat sundulan tajam Julio Enciso pada menit ke-42 memanfaatkan umpan Matias Galarza. Jerman kemudian membalas lewat tandukan Kai Havertz pada menit ke-54 setelah menerima umpan silang Florian Wirtz.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan pelatih Jerman yang kembali gagal memenuhi target besar di kompetisi internasional. Sementara itu, Paraguay kini melangkah ke babak berikutnya dengan penuh percaya diri sambil menunggu hasil pertandingan antara Prancis melawan Swedia.
