- Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Boston Stadium setelah kalah adu penalti 3-4 melawan Paraguay.
- Kekalahan ini mencatat rekor buruk Jerman yang gagal menembus babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.
- Statistik menunjukkan Jerman mencatat pertahanan terburuk serta kekalahan adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia mereka.
Rapuhnya pertahanan Jerman bahkan sudah terlihat sejak awal pertandingan. Tembakan Junior Alonso pada detik ke-63 menjadi tembakan tepat sasaran tercepat yang pernah dihadapi Jerman dalam sejarah Piala Dunia menurut catatan Opta.
Dominasi Statistik Berakhir Sia-sia
Jerman sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 75,4 persen sepanjang pertandingan melawan Paraguay.
Namun, angka tersebut justru tercatat sebagai penguasaan bola tertinggi ketiga dalam sejarah fase gugur Piala Dunia yang berakhir dengan kekalahan.
Tim asuhan Julian Nagelsmann juga melepaskan 21 tembakan, tetapi hanya menghasilkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,49.
Perbedaan peringkat FIFA yang mencapai 31 posisi turut membuat hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Jerman yang berada di peringkat ke-10 dunia gagal mengatasi Paraguay yang menempati peringkat ke-41 FIFA.
Di balik kekecewaan tersebut, Florian Wirtz masih mampu mencatatkan tiga assist sepanjang turnamen.
Jumlah itu menjadi torehan assist terbanyak pemain Jerman dalam satu edisi Piala Dunia sejak Michael Ballack pada 2002.
Namun, catatan individu Wirtz tidak cukup menutupi kegagalan kolektif Die Nationalelf yang kembali tersingkir lebih awal.
Kini, masa depan Julian Nagelsmann sebagai pelatih kepala berada dalam sorotan meski kontraknya masih berlaku hingga 2028. Publik sepak bola Jerman pun menantikan langkah evaluasi dari federasi demi mengembalikan kejayaan Die Nationalelf.
