- Noussair Mazraoui menyebut kemenangan atas Belanda menjadi bukti bahwa Maroko kini mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
- Maroko lolos ke babak 16 besar usai menang adu penalti 3-2 setelah menyamakan skor lewat gol dramatis Issa Diop pada masa injury time.
- Singa Atlas selanjutnya akan menghadapi Kanada dengan modal kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan salah satu unggulan Piala Dunia 2026.
Suara.com - Bek andalan Timnas Maroko, Noussair Mazraoui, menegaskan bahwa keberhasilan timnya menumbangkan raksasa Eropa, Belanda, menjadi bukti nyata kualitas sepak bola negaranya di level tertinggi.
Kemenangan dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 itu dinilai sebagai sinyal kuat bahwa skuad berjuluk Singa Atlas kini layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan dunia.
Laga yang berlangsung di Monterrey Stadium, Meksiko, berakhir dengan kemenangan Maroko 3-2 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Keberhasilan menyingkirkan Belanda diakui Mazraoui sebagai pencapaian emosional sekaligus membanggakan bagi seluruh rakyat Maroko.
"Cara kami berhasil menang hari ini adalah pengakuan besar bagi kami sebagai tim nasional, tentu saja," ujar Noussair Mazraoui, dikutip dari laman resmi FIFA, Selasa (30/6/2026).
Maroko Bangkit Setelah Tertinggal
![Timnas Belanda saat menghadapi Maroko dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. [Dok. IG OnsOranje]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/67478-timnas-belanda-saat-menghadapi-maroko.jpg)
Belanda sebenarnya hampir mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah Cody Gakpo mencetak gol pembuka pada menit ke-72.
Namun, semangat pantang menyerah Maroko membuahkan hasil pada menit pertama masa injury time melalui sundulan Issa Diop.
Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga 90 menit.
Tidak ada gol tambahan yang tercipta sepanjang extra time sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Mental Juara Jadi Pembeda
Pada babak adu penalti, tiga eksekutor Belanda, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menjalankan tugasnya.
Sebaliknya, Ismael Saibari tampil sebagai pahlawan setelah sukses menaklukkan Bart Verbruggen lewat tendangan penentu kemenangan.
Mazraoui menilai ketenangan rekan-rekannya saat menghadapi tekanan menjadi faktor utama keberhasilan Maroko melaju ke babak 16 besar.
Ia juga memberikan penghormatan kepada Belanda yang dianggap sebagai salah satu tim terbaik di dunia.
