- Paraguay menyingkirkan Jerman melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 di Foxborough pada Rabu, 2 Juli 2026.
- Kiper Orlando Gill menjadi pahlawan kemenangan Paraguay dengan menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Jerman dalam pertandingan tersebut.
- Keberhasilan ini mengantarkan Paraguay melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mendisiplinkan strategi pertahanan sepanjang laga.
Suara.com - Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman dan memastikan langkah ke babak 16 besar.
Pelatih Gustavo Alfaro pun mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang sukses mengatasi tekanan saat menghadapi salah satu favorit juara.
Bertanding di Foxborough, Rabu (2/7/2026), Paraguay memastikan kemenangan lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.
Julio Enciso sempat membawa Paraguay unggul pada awal babak kedua. Namun, Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan untuk Jerman sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, kiper Orlando Gill tampil sebagai pahlawan. Penjaga gawang Paraguay itu menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Jerman, termasuk membuat Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya, sehingga Paraguay berhak mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Usai pertandingan, Gustavo Alfaro mengungkapkan bahwa laga melawan Jerman menjadi salah satu pertandingan paling berat yang dihadapi timnya di turnamen ini.
“Saya memasuki pertandingan dengan intensitas yang sama seperti orang lain,” ujar Gustafo Alfaro seperti dikutip AFP.
“Itu adalah pertandingan yang menegangkan dari awal hingga akhir karena kami tahu kami menghadapi salah satu kandidat juara, lawan berkualitas yang sebelumnya menjadi favorit," jelasnya.
Menurut Alfaro, kemenangan Paraguay tak lepas dari disiplin para pemain dalam menjalankan strategi.
Ia menilai timnya berhasil mematikan permainan Jerman dengan menutup ruang dan memaksa lawan kesulitan mengembangkan permainan.
“Para pemain memahami dengan sempurna apa yang dibutuhkan dalam pertandingan ini dan berusaha sebaik mungkin untuk mencegah Jerman menemukan ruang dan memainkan gaya permainan mereka,” katanya.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut juga menyoroti tingginya intensitas pertandingan yang semakin berat karena cuaca panas di Massachusetts.
Kondisi itu membuat para pemain harus menguras tenaga lebih besar, terutama saat bertahan dan melakukan transisi permainan.
"Memang benar kami kekurangan beberapa hal, tetapi intensitas pertandingan sangat tinggi. Suhu tinggi dan kebutuhan untuk pulih dengan cepat serta menutup ruang sering kali membuat kami kekurangan energi untuk menyerang,” pungkasnya.
Keberhasilan menumbangkan Jerman memastikan Paraguay melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selain mengakhiri perjalanan salah satu kandidat juara, hasil tersebut juga menjadi salah satu kejutan paling mengejutkan di fase gugur turnamen sejauh ini dan semakin menegaskan status Paraguay sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan.
