Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Kamis, 09 Juli 2026 | 19:05 WIB
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
Duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya soal tiket semifinal, tetapi juga sarat nuansa pasca-kolonial dan kisah persahabatan Mbappe-Hakimi. [Dok. Gemini]
baca 10 detik
  • Prancis akan menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026 di Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
  • Pertandingan ini sarat nuansa sejarah pasca-kolonial serta hubungan personal antara pemain diaspora yang memperkuat kedua tim nasional.
  • Laga tersebut menjadi ajang pembuktian kekuatan taktik Prancis melawan semangat balas dendam Maroko demi meraih tiket semifinal turnamen.

Suara.com - Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB menyajikan cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar perebutan tiket semifinal.

Laga yang akan berlangsung di Boston ini sarat dengan nuansa pasca-kolonial, tercermin dari komposisi pemain hingga hubungan personal antarbintang kedua tim.

Maroko yang pernah berada di bawah protektorat Prancis pada periode 1912 hingga 1956 masih memiliki hubungan erat dengan negara tersebut, baik melalui pendidikan, bisnis, maupun arus migrasi.

Salah satu daya tarik utama laga ini adalah persahabatan kapten Prancis, Kylian Mbappe, dengan bek andalan Maroko, Achraf Hakimi, yang terjalin sejak keduanya bermain bersama di Paris Saint-Germain.

Mengutip Reuters, enam pemain dalam skuad Maroko saat ini lahir dan menimba ilmu sepak bola di Prancis sebelum akhirnya memilih membela negara leluhur mereka.

Simbol Identitas Ganda dan Atmosfer Persaudaraan

Gelandang muda Timnas Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026. (Instagram/@equipedumaroc)
Gelandang muda Timnas Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026. (Instagram/@equipedumaroc)

Gelandang muda Ayyoub Bouaddi menjadi contoh nyata dari identitas ganda yang mewarnai duel ini.

Bouaddi lahir di Prancis dan berkembang bersama Lille. Ia sempat memperkuat tim nasional junior Prancis sebelum akhirnya memutuskan membela Singa Atlas.

Fenomena para pemain diaspora tersebut menunjukkan keberhasilan Federasi Sepak Bola Maroko memanfaatkan talenta keturunan untuk memperkuat tim nasional.

baca juga

Di sisi lain, Prancis datang sebagai salah satu kandidat juara dengan kedalaman skuad serta lini serang yang bertabur bintang.

Sementara itu, Maroko tampil penuh percaya diri setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada edisi 2022.

Berbeda dengan atmosfer panas yang kerap mengiringi pertemuan kedua negara di Eropa, Boston justru menghadirkan suasana yang lebih hangat.

Komunitas Maroko yang cukup besar di kota tersebut menciptakan hubungan harmonis di antara pendukung kedua tim.

"Beberapa orang tinggal di gedung yang sama, warga Prancis dan Maroko akan menonton pertandingan bersama dan berjabat tangan di akhir laga," ujar Mohammed Saadi, seorang suporter lokal.

Menurut Saadi, sepak bola di Boston lebih dipandang sebagai ajang kebersamaan dibandingkan sumber perpecahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mesir Resmi Desak FIFA Selidiki Wasit Francois Letexier Usai Kekalahan Kontroversial dari Argentina

Mesir Resmi Desak FIFA Selidiki Wasit Francois Letexier Usai Kekalahan Kontroversial dari Argentina

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:08 WIB

Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?

Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:25 WIB

Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko

Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:11 WIB

Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko

Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:06 WIB

Amerika Serikat Gugur, Christian Pulisic Soroti Klinisnya Lini Depan Belgia

Amerika Serikat Gugur, Christian Pulisic Soroti Klinisnya Lini Depan Belgia

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×