- Prancis akan menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026 di Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
- Pertandingan ini sarat nuansa sejarah pasca-kolonial serta hubungan personal antara pemain diaspora yang memperkuat kedua tim nasional.
- Laga tersebut menjadi ajang pembuktian kekuatan taktik Prancis melawan semangat balas dendam Maroko demi meraih tiket semifinal turnamen.
Antusiasme itu terlihat di Boston Common, tempat lebih dari 1.000 suporter berkumpul sambil mengibarkan bendera negara masing-masing.
Lagu "Dima l-Maghrib" yang berarti "Selalu Maroko" bergema berdampingan dengan sorakan para pendukung Prancis.
"Saya bertemu banyak orang Maroko, juga beberapa orang Prancis, dan ini akan menjadi pesta besar besok di stadion," kata Youssef Bennani, seorang insinyur perangkat lunak yang datang dari Finlandia.
Prancis Waspadai Ambisi Balas Dendam Maroko
Prancis memiliki alasan untuk tetap waspada. Maroko baru saja tampil impresif setelah mengalahkan Kanada dengan skor telak 3-0.
Pertemuan terakhir kedua tim di semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Prancis 2-0 juga menjadi motivasi tambahan bagi Singa Atlas untuk membalas kekalahan tersebut.
Pelatih Didier Deschamps dituntut meracik strategi terbaik demi membongkar pertahanan disiplin Maroko sekaligus meredam semangat juang anak asuh mereka.
Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi jembatan bagi negara-negara dengan sejarah panjang yang kompleks.
Boston kini akan menjadi saksi apakah Prancis mampu melanjutkan dominasinya atau justru Maroko kembali menciptakan kejutan demi mengukuhkan kekuatan sepak bola Afrika di panggung dunia.
