-
Inggris meraih posisi ketiga Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor ketat 6-4.
-
Winger Arsenal Bukayo Saka menjadi bintang kemenangan Tiga Singa lewat torehan tiga gol.
-
Gelandang Prancis Michael Olise memecahkan rekor Pele dengan mencetak tujuh assist semusim turnamen.
Suara.com - Timnas Inggris akhirnya memutus kutukan sejarah panjang mereka dalam perebutan tempat ketiga di turnamen sepak bola terakbar sejagat.
Pasukan The Three Lions menyegel medali perunggu Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan perlawanan sengit Prancis lewat drama sepuluh gol yang menegangkan.
Kemenangan ini menjadi momentum pembuktian efektivitas strategi serangan balik kilat yang diterapkan oleh Gareth Southgate.
![Noni Madueke (tengah) melontarkan psywar jelang Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Ia menegaskan Inggris tak takut Lionel Messi dan siap memburu tiket final. [Dok. IG Noni Madueke]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/53533-noni-madueke-timnas-inggris.jpg)
Setelah gagal total pada edisi Italia 1990 dan Rusia 2018, kesempatan ketiga ini tidak disia-siakan oleh skuad Tiga Singa.
Pertandingan yang digelar di Stadion Miami, Amerika Serikat pada Minggu tersebut langsung berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal.
Inggris mengejutkan lini pertahanan Les Bleus saat laga baru berjalan 3 menit melalui aksi individu Declan Rice.
Gelandang jangkar tersebut merebut bola di lini tengah, menggiringnya ke depan kotak penalti, lalu melepaskan sepakan keras yang merobek gawang Mike Maignan.
Tembakan kaki kiri Rayan Cherki pada menit ke-9 sempat mengancam, namun kiper Inggris Dean Henderson tampil sigap menepis bola.
Asa Inggris untuk menjauh sempat tertunda dua menit kemudian setelah gol Bukayo Saka dianulir wasit akibat jebakan offside.
Papan skor akhirnya berubah menjadi 2-0 pada menit ke-18 memanfaatkan situasi bola mati yang apik.
Ezri Konsa memenangi duel udara melawan Adrien Rabiot untuk menanduk umpan sepak pojok ke dalam gawang Prancis.
Kylian Mbappe mencoba membongkar pertahanan Inggris pada menit ke-33 lewat tusukan tajam dari sisi kiri lapangan.
Namun, tembakan keras penyerang Real Madrid tersebut kembali mentah di tangan Henderson yang tampil gemilang.
Keasyikan menyerang justru membuat lini pertahanan Prancis kocar-kacir menghadapi serangan balik cepat yang dibangun Tiga Singa.
Marcus Rashford mengirim umpan matang kepada Saka yang berdiri bebas untuk menceploskan bola ke gawang kosong pada menit ke-37.
Saka menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 4-0 setelah berhasil mengonversi umpan terobosan terukur tepat sebelum jeda.
Dominasi mutlak pada babak pertama ini menjadi modal krusial bagi Inggris untuk meredam kebangkitan Prancis selanjutnya.
Memasuki babak kedua, Didier Deschamps melakukan perubahan taktik agresif dengan memasukkan Ousmane Dembele dan Bradley Barcola.
Strategi tersebut langsung membuahkan hasil saat Mbappe memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 pada menit ke-48.
Mbappe kemudian mengirim umpan terobosan akurat yang diselesaikan dengan dingin oleh Barcola pada menit ke-56.
Pertandingan semakin membara ketika kerja sama satu-dua antara Mbappe dan Michael Olise mengubah skor menjadi 3-4 di menit ke-66.
Saat Prancis terus mengurung pertahanan Inggris, sebuah petaka terjadi di area terlarang mereka pada menit ke-87.
Djed Spence dijatuhkan di kotak penalti yang membuat wasit langsung menunjuk titik putih untuk keuntungan Inggris.
Saka yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna sekaligus mencatatkan hattrick berkelas di laga ini.
Gol telat Dembele pada menit ke-90+6 sempat memperpanjang napas Prancis sebelum Jude Bellingham mengunci kemenangan Inggris menjadi 6-4 dua menit berselang.
Meski menelan kekalahan pahit dan harus puas di peringkat keempat, Prancis tidak pulang dengan tangan kosong.
Kylian Mbappe tetap kokoh sebagai calon kuat peraih penghargaan Golden Booth berkat tambahan pundi-pundi golnya.
Selain itu, Michael Olise resmi memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pemberi assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Gelandang kreatif tersebut total mengemas 7 assist sepanjang turnamen berlangsung di Amerika Utara.
Pertandingan ini menjadi penutup kampanye yang kompetitif bagi kedua raksasa Eropa setelah gagal menembus babak final.
Efisiensi lini depan menjadi pembeda utama dalam duel taktis yang melelahkan fisik dan mental para pemain ini.
Susunan Pemain
Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan (PG); Malo Gusto, Maxence Lacroix, Ibrahima Konate, Theo Hernandez; Warren Zaire-Emery, Adrien Rabiot; Michael Olise, Rayan Cherki, Desire Doue; Kylian Mbappe.
Inggris (4-1-4-1): Dean Henderson (PG); Jarell Quansah, Marc Guehi, Ezri Konsa, Djed Spence; Declan Rice; Bukayo Saka, Eberechi Eze, Morgan Rogers, Marcus Rashford; Ivan Toney.
