Purbaya Bantah Terapkan Sentralisasi Imbas Anggaran TKD Pemda Dipotong Tahun Ini

Dicky Prastya

Jum'at, 04 September 2026 | 10:34 WIB
Purbaya Bantah Terapkan Sentralisasi Imbas Anggaran TKD Pemda Dipotong Tahun Ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah kebijakan sentralisasi meski anggaran TKD tahun 2026 dipotong menjadi Rp 693 triliun.
  • Pemerintah Pusat mengurangi beban daerah dengan mengalihkan status guru PPPK menjadi PNS pusat mulai Januari mendatang.
  • Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran infrastruktur Rp 400 triliun untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran belanja daerah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kalau Pemerintah Pusat menerapkan kebijakan sentralisasi lantaran anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Pemerintah Daerah (Pemda) di 2026 dipotong jadi Rp 693 triliun.

Menkeu Purbaya mulanya menjelaskan kalau saat ini Pemerintah Pusat terus memantau desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan dirinya juga terus memonitor keadaan kondisi fiskal Pemda setiap bulan.

Jika kurang, Purbaya akan menambah anggaran TKD sesuai arahan Presiden Prabowo. Khusus tahun ini Pemerintah Pusat sudah menambahkan anggaran Rp 20,5 triliun, sedangkan untuk 2027 anggaran TKD naik menjadi Rp 735 triliun.

"Kalau kurang, saya masuk tentunya dengan izin Presiden ya, karena kalau itu kan kebijakan transfer ke daerah, itu harus dengan persetujuan Bapak Presiden. Tahun ini (2027), Rp 735 triliun naik sedikit," katanya saat acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, dikutip Jumat (4/9/2026).

Purbaya mencontohkan, salah satu yang diperhatikan Pemerintah Pusat adalah banyaknya Pemda yang kesulitan membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan guru karena anggaran TKD dipotong.

Untuk mengatasinya, Pemerintah bakal menaikkan status guru PPPK dan pegawai tersebut menjadi PNS atau ASN. Dengan demikian, para pekerja ini langsung di bawah naungan Pemerintah Pusat.

"Kita terapkan kebijakan tahun depan, Januari, yang paruh waktu bisa jadi full, full penuh. Dibayar pemerintah pusat. Yang sudah menjadi pemerintah daerah PNS, dikasih ruang untuk menjadi PNS pemerintah pusat. Yang bayar (Pemerintah) pusat nanti secara bertahap. Itu akan mengurangi beban daerah sehingga daerah bisa belanja untuk yang lain," beber dia.

Contoh kedua, Purbaya mengklaim kalau pembangunan infrastruktur di daerah kini sebagian dimonitor oleh Pemerintah Pusat. Ia menyebut kalau anggaran untuk pembangunan infrastruktur itu mencapai Rp 400 triliun.

Dengan demikian Walaupun anggaran TKD turun Rp 200 triliun, Purbaya mengatakan kalau Pemerintah Pusat juga mengeluarkan anggaran Rp 400 triliun.

baca juga

"Jadi secara nett, uang yang di daerah bertambah Rp 200 triliun. Nah itu untuk membangun infrastruktur-infrastruktur yang mungkin sebelumnya kurang diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, mungkin karena kurang pengalaman dan lain-lain," katanya.

Kendati demikian Purbaya membantah kalau hal itu bukan berarti Pemerintah Pusat menerapkan kembali kebijakan sentralisasi. Ia menyatakan kalau itu adalah bentuk edukasi agar Pemda bisa belanja anggaran lebih efisien.

"Jadi Ini bukan langkah untuk balik ke sentralisasi, bukan. Tapi untuk mengedukasi supaya belanjanya lebih tepat waktu, tepat sasaran, dan efisien," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan BGN di 2027, Siapkan Ratusan Miliar untuk Standarisasi Dapur dan Pelatihan Petugas

Gebrakan BGN di 2027, Siapkan Ratusan Miliar untuk Standarisasi Dapur dan Pelatihan Petugas

News | Kamis, 03 September 2026 | 18:03 WIB

Anggaran BGN 2027 Tembus Rp240,2 Triliun! Rp7 Triliun untuk Gaji dan Tunjangan

Anggaran BGN 2027 Tembus Rp240,2 Triliun! Rp7 Triliun untuk Gaji dan Tunjangan

News | Kamis, 03 September 2026 | 17:01 WIB

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Lagi Kebijakan Tax Amnesty ala Sri Mulyani

Purbaya Pastikan Tak Ada Lagi Kebijakan Tax Amnesty ala Sri Mulyani

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:02 WIB

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:50 WIB

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:29 WIB

Terkini

Dentuman Terdengar hingga Jauh, Mengingat Kembali Dahsyatnya Letusan Krakatau yang Mengubah Dunia

Dentuman Terdengar hingga Jauh, Mengingat Kembali Dahsyatnya Letusan Krakatau yang Mengubah Dunia

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 10:35 WIB

Kembangan Membara! 110 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat di Srengseng Jakbar

Kembangan Membara! 110 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat di Srengseng Jakbar

News | Sabtu, 05 September 2026 | 10:30 WIB

Teka-Teki Gambar Aneh: Ketika Coretan Sederhana Menyimpan Misteri Mengerikan

Teka-Teki Gambar Aneh: Ketika Coretan Sederhana Menyimpan Misteri Mengerikan

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 10:30 WIB

Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni 40 Kg Sabu Disembunyikan di Balik Pintu Mobil HR-V

Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni 40 Kg Sabu Disembunyikan di Balik Pintu Mobil HR-V

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 10:28 WIB

Bukan Sekadar AI, 7 Perangkat LG di IFA 2026 Fokus Hemat Energi dan Ruang

Bukan Sekadar AI, 7 Perangkat LG di IFA 2026 Fokus Hemat Energi dan Ruang

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 10:20 WIB

6 Tips Memakai Bedak Tabur agar Tidak Cakey dan Makeup Tetap Halus

6 Tips Memakai Bedak Tabur agar Tidak Cakey dan Makeup Tetap Halus

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 10:19 WIB

Misteri Ribuan Jarum Suntik Berdarah di Pinggir Tol, Kini Mengarah ke Seorang Dokter di Surabaya

Misteri Ribuan Jarum Suntik Berdarah di Pinggir Tol, Kini Mengarah ke Seorang Dokter di Surabaya

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 10:14 WIB

Polisi Geledah Kantor GMTD, Telusuri Aliran Dana Misterius Miliaran Rupiah

Polisi Geledah Kantor GMTD, Telusuri Aliran Dana Misterius Miliaran Rupiah

Sulsel | Sabtu, 05 September 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Es Batu Bisa Mengapung di Atas Air Biasa? Ini Penjelasan dan Teorinya

Mengapa Es Batu Bisa Mengapung di Atas Air Biasa? Ini Penjelasan dan Teorinya

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 10:12 WIB

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 10:00 WIB

×