- Ajax resmi merekrut kiper asal Jerman, Marc-Andre ter Stegen, dengan status pinjaman hingga akhir musim 2026/2027.
- Direktur Teknik Jordi Cruyff menyatakan bahwa kedatangan Ter Stegen akan memberikan dampak instan dan tambahan kualitas bagi skuad Ajax.
- Transfer ini memunculkan persaingan ketat posisi kiper utama Ajax melawan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Suara.com - Kedatangan Marc-Andre ter Stegen ke Ajax memunculkan satu pertanyaan besar, apakah ia otomatis layak menjadi kiper utama dan menyingkirkan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes?
Kiper asal Jerman tersebut direkrut dengan status pinjaman selama satu musim hingga akhir 2026/2027.
Kepastian transfer ini disampaikan langsung melalui laman resmi klub pada Rabu.
Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff, menyebut Ter Stegen sebagai sosok penting yang akan memberikan dampak instan bagi tim.
“Dia akan langsung menjadi tambahan bagi skuad kami. Marc dan saya sudah saling mengenal dengan baik, dan saya tak sabar untuk kembali bekerja sama dengannya,” ujar Cruyff.
Berdasarkan data musim 2025/2026, duel antara Ter Stegen vs Maarten Paes untuk jadi kiper nomor 1 Ajax sangat menarik diulas.
Performa Musim Terakhir: Data Tak Berbohong
Ter Stegen hanya tampil dalam dua pertandingan dengan total 180 menit bermain.
Ia mencatat save percentage 66,7% dan kebobolan dua gol tanpa clean sheet.
Sebaliknya, Paes tampil reguler sepanjang musim dengan save percentage di kisaran 75%, serta rasio kebobolan lebih rendah dan beberapa clean sheet.
Artinya, dari sisi angka murni, Paes unggul cukup jauh.
Distribusi Bola: Keunggulan Ter Stegen
Meski kalah dalam statistik shot-stopping, Ter Stegen tetap unggul dalam aspek build-up.
Ia dikenal sebagai salah satu kiper dengan distribusi terbaik di dunia, bahkan memiliki akurasi umpan mendekati 100% dalam sampel kecil musim lalu.
Paes sendiri cukup solid dengan akurasi tinggi, tetapi gaya bermainnya lebih direct dan tidak sekompleks Ter Stegen dalam membangun serangan.