- Indonesia dan India sama-sama mengandalkan kompetisi domestik untuk mengembangkan sepak bola melalui sejarah dan model bisnis berbeda.
- Kedua negara menghadapi berbagai kontroversi, mulai dari pengaturan skor di Indonesia hingga krisis komersial liga India.
- Indonesia dan India pernah mendatangkan banyak pemain bintang Eropa untuk meningkatkan daya tarik kompetisi domestik masing-masing.
Suara.com - Timnas Indonesia dijadwalkan akan melakoni pertandingan melawan India di FIFA ASEAN Cup 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 bergulir pada akhir September sampai awal Oktober mendatang. Itu bertepatan dengan agenda FIFA matchday.
India dan Indonesia sama-sama tergabung di grup A bersama Malaysia, dan Singapura.
Menarik untuk melihat seperti apa kompetisi sepak bola di India dan seperti apa perbandingnnya dengan Super League.
Persaingan sepak bola Indonesia dan India memiliki satu kesamaan menarik, keduanya sama-sama berusaha menjadikan kompetisi domestik sebagai mesin utama perkembangan sepak bola nasional.
Namun, perjalanan liga kasta tertinggi kedua negara justru dibentuk oleh sejarah, konflik kelembagaan, kontroversi, dan model bisnis yang berbeda.
Di Indonesia, kompetisi kasta tertinggi kini dikenal sebagai Super League, yang sebelumnya lebih populer dengan nama Liga 1.
Sementara di India, panggung utamanya adalah Indian Super League (ISL), kompetisi yang lahir pada 2013 dengan pendekatan komersial modern.

Indonesia Lebih Tua, India Lahir dengan Konsep Baru
Indonesia memiliki tradisi kompetisi nasional yang jauh lebih panjang.
Super League Indonesia telah melewati berbagai perubahan nama dan format, sementara sistem kompetisinya secara umum berakar pada model klub dengan promosi dan degradasi.
ISL justru lahir sebagai proyek untuk mengubah wajah sepak bola India.
Kompetisi tersebut dibangun dengan model waralaba yang banyak terinspirasi dari Indian Premier League dan Major League Soccer, kemudian berkembang menjadi kasta tertinggi sepak bola India.
Perbedaan sejarah itu kemudian melahirkan persoalan masing-masing. Di India, ISL sempat berhadapan dengan I-League mengenai status sebagai kompetisi utama.
Bahkan pada masa awalnya, ISL belum memperoleh pengakuan penuh sebagai liga dari AFC.