- Marc Klok menyatakan Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah bermain imbang melawan Singapura.
- Hasil imbang tersebut menempatkan skuad Garuda di posisi ketiga klasemen dan gagal melaju ke semifinal.
- Indonesia selanjutnya dijadwalkan menghadapi ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober mendatang.
Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Marc Klok, meminta skuad Garuda tidak larut dalam kekecewaan setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Menurut pemain Persib Bandung itu, kegagalan di Piala AFF 2026 harus menjadi pelajaran sebelum Indonesia menghadapi agenda internasional berikutnya.
Timnas Indonesia tersingkir setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir fase grup.
Hasil tersebut membuat Garuda finis di peringkat ketiga klasemen dan gagal melanjutkan perjalanan ke semifinal.
Kegagalan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Indonesia.
Terlebih, Garuda kembali gagal menembus semifinal Piala AFF untuk kali kedua secara beruntun.
Klok mengakui hasil tersebut terasa sangat menyakitkan.
Namun, pemain berusia 33 tahun itu meminta seluruh elemen tim menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai bahan evaluasi.
Menurut Klok, para pemain harus mampu menerima kegagalan sekaligus mengabaikan berbagai tekanan dari luar.
Setelah itu, tim harus kembali bekerja dengan motivasi yang lebih besar.
"Kami belajar dari pengalaman ini. Menerima rasa sakitnya. Mengabaikan kebisingan di luar sana. Kembali bekerja. Tetap tegakkan kepala. Lalu kembali dengan rasa lapar yang lebih besar dari sebelumnya. Sesederhana itu," ujarnya.
Kegagalan di Piala AFF 2026 juga kembali memperpanjang penantian Indonesia untuk meraih gelar juara.
Sejak turnamen tersebut pertama kali digelar 30 tahun lalu di Singapura, Garuda belum pernah sekalipun mengangkat trofi.
"Hancur. Sakit. Benar-benar sakit. Kami tersingkir. Dan sekali lagi, kami gagal mengangkat trofi itu," kata Klok dalam unggahan di Instagram.
Klok juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang tetap memberikan dukungan meski timnas kembali gagal memenuhi harapan. Baginya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan tim.