Sadis! Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Posisi Tawar

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:16 WIB
Sadis! Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Posisi Tawar
Serangan pemukim Israel membakar dua masjid dan memperkeruh situasi keamanan di Tepi Barat. (BBC)
baca 10 detik
  • Israel menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina sebagai alat barter pertukaran tawanan mendatang.

  • Kebijakan penyitaan jasad warga sipil memicu pertentangan dan kritik dari para pakar hukum internal.

  • Sebagian besar jenazah Palestina ditempatkan di fasilitas penahanan militer Sde Teiman di selatan Israel.

Suara.com - Pemerintah Israel tahan jenazah warga Palestina untuk dijadikan daya tawar dalam negosiasi pertukaran sandera mendatang. Jumlahnya sampai 1.700 jenazah. Langkah bernada spekulatif ini tetap berjalan meski militer paham tidak ada lagi warga Israel yang saat ini berada di tangan Hamas.

Data mengejutkan tersebut mencuat dalam pembahasan tertutup jajaran petinggi keamanan Tel Aviv baru-baru ini. Kepala Shin Bet David Zini secara terbuka menyokong kebijakan penyimpanan jasad tersebut guna mengantisipasi skenario penculikan warga Israel di masa depan.

Ketiadaan posisi tawar berupa sandera hidup mendorong aparat keamanan mengubah jasad manusia menjadi komoditas diplomasi. Gagasan kontroversial ini tidak hanya disokong penuh oleh Shin Bet, tetapi juga diamini oleh komando militer tertinggi Israel.

Sebuah bangunan hancur di kawasan Gaza Palestina (news of Bahrain)
Sebuah bangunan hancur di kawasan Gaza Palestina (news of Bahrain)

Sebagian besar jasad yang ditumpuk dalam fasilitas militer berasal dari warga Gaza yang tewas sejak peristiwa 7 Oktober 2023. Meski demikian, temuan lapangan mengindikasikan banyak di antara jenazah tersebut merupakan warga sipil yang tidak pernah mengangkat senjata.

Penyitaan jasad warga sipil tanpa keterlibatan militer ini langsung memicu perpecahan mendalam di tingkat pakar hukum internal Israel. Sejumlah pakar hukum menilai aparat militer telah bertindak melampaui kewenangan undang-undang yang berlaku.

Mengapa Penahanan Jenazah Palestina Dianggap Melanggar Hukum?

Dikutip dari Anadolu, pakar hukum menegaskan Tel Aviv tak berhak menahan jasad warga sipil yang tak terbukti bertempur tanpa dasar kebijakan formal yang sah. Tindakan menyita jasad tanpa dasar regulasi rasional dinilai merusak legitimasi penegakan hukum negara itu sendiri.

Di luar diskursus hukum, kondisi penampungan jasad warga Palestina telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan. Kampanye Nasional Palestina mencatat sedikitnya 1.500 jenazah ditumpuk di pangkalan militer Sde Teiman, wilayah selatan Israel.

Lokasi penahanan tertutup di Sde Teiman kini menjadi simbol nyata dari kebijakan penyitaan jasad skala besar oleh Tel Aviv. Penumpukan jasad terus bertambah seiring belum berhentinya aksi kekerasan militer di lapangan.

baca juga

Meski kesepakatan gencatan senjata resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025, gempuran armada militer ke kantong pemukiman Gaza belum sepenuhnya mereda. Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi sedikitnya 1.258 warga tewas dan 4.139 lainnya luka-luka akibat pelanggaran gencatan senjata tersebut.

Eskalasi kekerasan ini memperpanjang deretan panjang krisis kemanusiaan yang menghantam wilayah pesisir Gaza sejak beberapa tahun terakhir. Kehancuran infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa terus membengkak tanpa kepastian penyelesaian diplomatik.

Bagaimana Latar Belakang Krisis Kemanusiaan di Gaza?

Sejak konflik berskala besar pecah pada Oktober 2023, pertempuran telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina. Selain menelan puluhan ribu korban jiwa, korban luka-luka dilaporkan telah menembus angka 174.000 orang.

Agresi militer berkepanjangan ini turut menghancurkan hampir 90 persen seluruh fasilitas serta infrastruktur vital di Jalur Gaza. Penahanan ribuan jenazah kini menjadi babak baru dalam krisis kemanusiaan dan hukum yang menyelimuti kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Terkini

UMKM Diminta Andalkan Anak Magang, Pemerintah Bayar Gajinya

UMKM Diminta Andalkan Anak Magang, Pemerintah Bayar Gajinya

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Isu Pratikno Mundur Kembali Berembus, Mensesneg: Sakit Aja Nggak

Isu Pratikno Mundur Kembali Berembus, Mensesneg: Sakit Aja Nggak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:15 WIB

UMKM RI Disuruh Belajar dari India, Modal Besar Bisa Jadi Beban Jika Pasar Tak Ada

UMKM RI Disuruh Belajar dari India, Modal Besar Bisa Jadi Beban Jika Pasar Tak Ada

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:08 WIB

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

3 Karakter Hijab untuk Perempuan dengan Aktivitas yang Beragam

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Feng Shui Posisi Kompor dan Wastafel yang Tidak Boleh Berhadapan, Ini Alasannya

Feng Shui Posisi Kompor dan Wastafel yang Tidak Boleh Berhadapan, Ini Alasannya

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB

10 Sepatu Lari untuk Orang Gemuk, Utamakan Cushion dan Stabilitas

10 Sepatu Lari untuk Orang Gemuk, Utamakan Cushion dan Stabilitas

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:01 WIB

5 Shampo untuk Rambut Rontok dan Tipis, Bye-bye Kebotakan!

5 Shampo untuk Rambut Rontok dan Tipis, Bye-bye Kebotakan!

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta

Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:00 WIB

1.900 Pegawai Kemensos Terdeteksi Main Judol, Ada yang Beraksi di Jam Kantor

1.900 Pegawai Kemensos Terdeteksi Main Judol, Ada yang Beraksi di Jam Kantor

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:58 WIB

×