Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA

Galih Prasetyo

Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
baca 10 detik
  • Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat sedang mengkaji sanksi *registration ban* dari FIFA terkait mantan pelatih Robert Rene Alberts pada Agustus 2026.
  • FIFA mewajibkan Persib membayar sisa kewajiban sebesar Rp581,25 juta ditambah bunga lima persen kepada Robert Rene Alberts akibat pemotongan pembayaran.
  • Persib Bandung dijatuhi larangan pendaftaran pemain oleh FIFA karena tidak melunasi kewajiban finansial dalam batas waktu 45 hari yang ditentukan.

Suara.com - Persib Bandung memastikan tidak akan tinggal diam setelah menerima sanksi registration ban dari FIFA yang berkaitan dengan perkara mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyatakan tengah melakukan kajian menyeluruh untuk memahami dasar keputusan FIFA sekaligus menentukan langkah penyelesaian yang sesuai dengan mekanisme berlaku.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius,” kata manajemen Persib dalam keterangan tertulis.

Lantas seperti apa kronologi sanksi FIFA kepada Persib terkait mantan pelatihnya tersebut?

Robert Alberts Jadi Pelatih Persib

Robert Rene Alberts ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung pada 2019.

Sebelumnya, pelatih asal Belanda itu memiliki pengalaman di sepak bola Indonesia bersama Arema dan PSM Makassar.

Bersama Persib, Robert membawa Maung Bandung menjadi runner-up Liga 1 2021/2022.

Namun, awal musim 2022/2023 justru menjadi titik balik hubungan Robert dengan klub.

baca juga

Tekanan Besar di Awal musim 2022/2023

Persib mengawali Liga 1 2022/2023 dengan hasil buruk.

Dalam tiga pertandingan pertama, Persib belum meraih kemenangan dan tekanan terhadap Robert semakin besar.

Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA [Suara.com/ai]
Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA [Suara.com/ai]

Situasi tersebut membuat sebagian Bobotoh menuntut perubahan di tubuh tim, termasuk mendesak Robert meninggalkan kursi pelatih.

Tekanan semakin besar setelah Persib kalah 1-4 dari Borneo FC pada akhir Juli 2022.

Hasil tersebut memperburuk situasi Robert di mata sebagian pendukung.

Bobotoh Tuntut Robert Mundur

Pada 10 Agustus 2022, ribuan Bobotoh mendatangi Graha Persib di Bandung.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta Robert Alberts mundur dari posisi pelatih kepala.

Selain mendesak Robert mundur, massa juga meminta manajemen memperbaiki sistem penjualan tiket pertandingan.

Robert Tinggalkan Persib

Pada hari yang sama, Persib mengumumkan berakhirnya kebersamaan dengan Robert Alberts.

Secara resmi, Robert disebut mengambil keputusan untuk mundur demi kebaikan bersama.

Dengan demikian, 10 Agustus 2022 menjadi tanggal penting dalam hubungan Persib dan Robert.

Robert meninggalkan klub setelah lebih dari tiga tahun menangani Maung Bandung.

Namun, berakhirnya hubungan sebagai pelatih ternyata belum menyelesaikan seluruh persoalan antara kedua pihak.

Sengketa Pembayaran

Berdasarkan dokumen FIFA dalam perkara FPSD-19488, Persib dan Robert kemudian menandatangani Proposal Pengaturan Pembayaran pada 18 Februari 2025.

Kesepakatan tersebut menyatakan Persib akan membayar total Rp3 miliar kepada Robert melalui 10 kali cicilan dari Maret hingga Desember 2025.

Rinciannya, delapan cicilan pertama masing-masing sebesar Rp225 juta, sedangkan dua cicilan terakhir pada November dan Desember 2025 masing-masing sebesar Rp600 juta.

Persoalan kemudian muncul pada pembayaran pertama.

Menurut dokumen FIFA, pada 21 Maret 2025 Persib melakukan pembayaran sebesar Rp93.749.500.

Robert menyatakan pembayaran tersebut mengalami pemotongan Rp131.250.500 yang dikaitkan dengan peningkatan kelas penerbangan.

Robert kemudian mempertanyakan pemotongan tersebut kepada pihak Persib.

Dalam dokumen FIFA, komunikasi dengan Stanley Bernard yang disebut sebagai Direktur Olahraga Persib juga menjadi bagian dari bukti perkara.

Robert Bawa Sengketa ke FIFA

Pada 4 Juni 2025, Robert Rene Alberts mengajukan gugatan terhadap Persib ke FIFA. Dalam tuntutan awalnya, Robert meminta Persib dinyatakan masih memiliki kewajiban sebesar Rp581,25 juta.

Angka tersebut terdiri dari:

  • Rp131,25 juta terkait pembayaran Maret 2025
  • Rp225 juta untuk cicilan April 2025;
  • Rp225 juta untuk cicilan Mei 2025.

Robert juga meminta bunga 5 persen per tahun atas tunggakan tersebut.

Dokumen FIFA mencatat bahwa Persib telah diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap gugatan Robert.

Namun, Persib tidak menyampaikan jawaban atas gugatan tersebut dalam proses perkara yang dicatat FIFA.

Pada 3 Oktober 2025, FIFA mengeluarkan keputusan dalam perkara FPSD-19488.

FIFA menyatakan kesepakatan pembayaran antara Persib dan Robert memang ada.

FIFA juga menilai pemotongan pembayaran Maret sebesar Rp131,25 juta tidak dapat dibenarkan.

Hasil akhirnya, Persib diwajibkan membayar Rp581,25 juta kepada Robert, ditambah bunga 5 persen per tahun sesuai ketentuan yang tercantum dalam keputusan.

FIFA tidak mengabulkan tuntutan untuk cicilan berikutnya karena saat gugatan diajukan, cicilan tersebut belum jatuh tempo.

Keputusan FIFA memberikan Persib waktu 45 hari sejak pemberitahuan keputusan untuk melunasi kewajiban beserta bunga yang berlaku.

Jika kewajiban tidak dipenuhi, FIFA dapat menjatuhkan Registration Ban, yakni larangan mendaftarkan pemain baru di tingkat nasional maupun internasional.

Pada 10 Agustus 2026, nama Persib kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban.

Status tersebut tercatat untuk tiga periode pendaftaran pemain. Persoalan tersebut kemudian dikaitkan dengan perkara Robert Alberts.

Manajemen Persib kemudian memberikan klarifikasi.

Persib menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan kasus lama yang bermula pada 2022, bukan masalah baru yang muncul pada musim 2026/2027.

“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru,” kata manajemen Persib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Persib Bandung Disanksi FIFA, Ferry Paulus Yakin Masalah Enteng Bakal Cepat Selesai

Persib Bandung Disanksi FIFA, Ferry Paulus Yakin Masalah Enteng Bakal Cepat Selesai

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Persija vs Persib di GBK, Operator Bongkar Proses di Balik Duel Panas 12 September

Persija vs Persib di GBK, Operator Bongkar Proses di Balik Duel Panas 12 September

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Timnas Indonesia Bisa Diuntungkan? Erick Thohir Buka Suara Soal India di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Bisa Diuntungkan? Erick Thohir Buka Suara Soal India di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Terkini

'Indonesia Bukan Barak Militer!' Klaim Tangguang Jawab Kamtibmas Panglima TNI Dianggap Berbahaya

'Indonesia Bukan Barak Militer!' Klaim Tangguang Jawab Kamtibmas Panglima TNI Dianggap Berbahaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Pacu Jalur 2026 Tanpa Hiburan Artis, Pemerintah Pusat Cuma Bantu Rp100 Juta

Pacu Jalur 2026 Tanpa Hiburan Artis, Pemerintah Pusat Cuma Bantu Rp100 Juta

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:28 WIB

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:57 WIB

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

×