- Pelatih Shin Tae-yong memimpin pemusatan latihan Persija Jakarta di Thailand untuk mempersiapkan kompetisi Super League 2026/2027.
- Tim pelatih mengukur kekuatan tubuh dan kadar lemak pemain untuk menyusun program latihan fisik yang tepat secara bertahap.
- Persija menggelar latihan dua kali sehari di Thailand guna membenahi fisik dasar serta membangun taktik permainan tim.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY) langsung memberikan perhatian besar terhadap kondisi fisik pemainnya selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Thailand.
Menurutnya, kebugaran menjadi fondasi penting jelang Super League 2026/2027.
Persija saat ini tengah menjalani agenda training camp di Thailand setelah bertolak dari Indonesia pada Senin lalu.
Skuad Macan Kemayoran dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu (23/8/2026).
Shin menjadikan aspek fisik sebagai salah satu pekerjaan utama selama Persija berada di Negeri Gajah Putih.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai kondisi tubuh yang prima akan lebih mampu mempertahankan fokus sepanjang pertandingan.
![Persija kembali kesulitan gunakan GBK saat hadapi Persib. Panpel dorong solusi jangka panjang dengan membangun stadion sendiri agar tak tergantung pihak lain. [Dok. IG Persija Jakarta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/04/96935-persija-jakarta.jpg)
"Dasar paling penting dalam sepak bola adalah fisik. Dengan kondisi fisik yang kuat, konsentrasi dan fokus pemain juga akan semakin baik. Jadi, fisik merupakan salah satu hal yang sangat penting," kata Shin Tae-yong dalam keterangan resmi klub.
Untuk mengetahui kondisi anak asuhnya secara lebih detail, tim pelatih Persija telah melakukan sejumlah pemeriksaan.
Pengukuran tersebut mencakup kekuatan tubuh, massa otot, hingga kadar lemak pemain.
Data hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi acuan eks juru taktik Timnas Indonesia dan tim pelatih dalam menentukan program latihan.
Dengan pendekatan tersebut, materi yang diberikan diharapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain.
"Dengan begitu, kami berharap bisa memaksimalkan kondisi fisik setiap pemain," ucapnya.
Meski mengejar peningkatan kebugaran, Shin tidak ingin para pemain mendapatkan beban latihan secara berlebihan.
Ia memilih menerapkan program secara bertahap agar proses peningkatan kondisi fisik tidak justru berujung pada cedera.
"Kami berharap para pemain bisa menjalani pemusatan latihan ini dengan baik tanpa mengalami cedera," ungkap dia.
Selain kebugaran, Persija juga mulai membenahi aspek taktik selama berada di Thailand.
Shin Tae-yong menilai timnya membutuhkan waktu tambahan untuk mengembangkan pola permainan karena sebelumnya harus menjalani Piala Presiden 2026 secara mendadak.
Awalnya, Persija tidak direncanakan tampil di turnamen pramusim tersebut.
Tim senior dijadwalkan langsung menjalani persiapan di Thailand, sedangkan Persija Elite Pro Academy (EPA) U-20 yang diproyeksikan tampil di Piala Presiden 2026.
Perubahan agenda tersebut membuat waktu Persija untuk mempersiapkan taktik menjadi lebih terbatas.
Karena itu, Shin memanfaatkan TC di Thailand untuk kembali membangun fondasi permainan timnya.
"Karena itu, pemusatan latihan ini kami fokuskan untuk membangun kondisi fisik dasar dan taktik dasar tim. Kemarin, dengan adanya turnamen Piala Presiden, kami memang tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih taktik. Jadi, TC kali ini fokus pada taktik dasar dan fisik dasar pemain," jelasnya.
"Sekarang kami sudah berada di Thailand dan akan menjalani latihan dua kali sehari. Pada pagi hari kami fokus pada latihan penguatan, sedangkan sore hari kami fokus pada latihan taktik tim," pungkasnya.