-
Como terancam sanksi FFP UEFA setelah menghabiskan Rp6 triliun untuk transfer pemain.
-
Presiden Como Mirwan Suwarso siap menerima denda demi menjaga ambisi besar tim.
-
Klub Indonesia ini berhasil melesat dari Serie D hingga menembus Liga Champions.
Suara.com - Como yang diketahui dimiliki oleh orang Indonesia sedang mendapat ancaman sanksi serius dari UEFA. Meski begitu, petinggi klub tetap santai menghadapinya.
Como menunjukkan perkembangan pesat sejak berhasil bangkit dari kompetisi kasta bawah hingga menembus Serie A. Kini, mereka bahkan sukses tampil di Liga Champions.
Klub asal Italia tersebut juga tidak ragu menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad mereka demi bisa bersaing.
![Cesc Fabregas ungkap rahasia sukses Como 1907 lolos ke Liga Champions dengan skuad muda U-23. Klub milik Indonesia bikin sejarah di Serie A. [Dok. IG Como]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/97535-como-1907.jpg)
Dalam tiga tahun terakhir, Como disebut telah menghabiskan sekitar 342 juta euro atau lebih dari Rp6 triliun untuk aktivitas transfer pemain.
Pengeluaran besar Como tidak terlepas dari ambisi klub membangun tim yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa.
Dalam periode tersebut, hanya tiga klub Serie A yang disebut mengeluarkan dana transfer lebih besar dibandingkan Como, yakni Juventus, AC Milan, dan Napoli.
Investasi besar Como dimulai pada musim 2024-2025. Ketika baru kembali tampil di Serie A, I Lariani mengeluarkan sekitar 110 juta euro untuk mendatangkan sejumlah pemain.
Maxence Caqueret menjadi salah satu rekrutan dengan nilai transfer yang cukup besar, yakni sekitar 15 juta euro.
Como juga mendatangkan Anastasios Douvikas dengan biaya sekitar 14 juta euro serta Assane Diao yang ditebus sekitar 12 juta euro.
Como kemudian melanjutkan kebijakan agresifnya pada musim berikutnya. Klub kembali menghabiskan sekitar 105 juta euro untuk mendatangkan pemain baru.
Salah satu nama yang bergabung adalah Jesus Rodriguez. Como disebut mengeluarkan dana sekitar 22,5 juta euro ditambah sejumlah bonus untuk mendapatkan pemain tersebut.
Pada bursa transfer terbaru, Como kembali memperlihatkan ambisinya. Total pengeluaran klub mencapai sekitar 127 juta euro untuk memperkuat skuad.
Salah satu investasi terbesar Como dilakukan untuk mempertahankan Nico Paz. Pemain asal Argentina tersebut sebelumnya tampil impresif bersama Como dan kemudian kembali ke Real Madrid.
Como sebelumnya juga mengeluarkan sekitar 60 juta euro pada musim panas 2024 untuk mendatangkan sejumlah pemain. Kebijakan transfer agresif tersebut menjadi bagian dari strategi klub membangun fondasi untuk bersaing di Serie A.
Selain mendatangkan pemain, Como juga memiliki rencana besar dalam pengembangan infrastruktur. Salah satunya adalah modernisasi Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, menyebut biaya modernisasi stadion tersebut diperkirakan mencapai sekitar 64 juta euro. Investasi itu menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub untuk meningkatkan fasilitas.
Besarnya pengeluaran Como tentu memunculkan pertanyaan mengenai regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA. Namun, Mirwan Suwarso mengaku tidak terlalu memusingkan persoalan tersebut.
Ia menegaskan Como memiliki strategi sendiri dalam menjalankan proyek klub dan tidak ingin terlalu terbebani dengan anggapan mengenai besarnya investasi yang telah dikeluarkan.
“Saya tidak butuh UEFA untuk memberi tahu saya soal itu. Jika mereka harus menjatuhkan denda kepada kami, silakan saja," kata Mirwan dikutip dari Gazetta.
"Itu adalah bagian dari hambatan yang harus kami atasi. Itu merupakan konsekuensi wajar dari pekerjaan ini,” jelasnya.
Perjalanan Como menjadi salah satu kisah menarik dalam sepak bola Italia. Dalam waktu sekitar tujuh tahun, mereka mampu bergerak dari Serie D hingga mencapai level tertinggi dan berkompetisi di panggung Eropa.
Dengan dukungan investasi besar serta pembangunan infrastruktur, Como kini berusaha mengukuhkan diri sebagai klub yang mampu bersaing dalam jangka panjang.
Langkah agresif di bursa transfer menjadi salah satu cara Como mengejar ambisi tersebut. Klub pun terus membangun skuad yang diharapkan mampu bersaing menghadapi klub-klub besar Italia dan Eropa.