- UEFA, AFC, dan CONCACAF mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino karena kepemimpinannya dinilai menyimpang dari prinsip kolektif.
- PSSI melalui Erick Thohir menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino menjelang Kongres FIFA di Maroko pada 2027.
- Erick Thohir menilai FIFA telah menjadi mitra strategis yang memberikan dampak positif bagi pembangunan sepak bola Indonesia.
Suara.com - Tiga konfederasi besar sepak bola dunia, UEFA, AFC, dan CONCACAF, melayangkan kritik keras terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam surat terbuka, ketiga konfederasi itu menilai kepemimpinan FIFA telah menyimpang dari prinsip kolektif yang selama ini menjadi fondasi sepak bola global.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani menegaskan pentingnya menjaga kesatuan dalam ekosistem sepak bola.
Mereka mengingatkan bahwa kekuatan sepak bola terletak pada kerja sama, bukan dominasi individu.
“Sepak bola tidak dimiliki oleh satu orang. Kepemimpinan harus melayani permainan, bukan menguasainya,” demikian pernyataan tegas dalam surat tersebut.
![Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/33995-gianni-infantino.jpg)
Ketiga konfederasi juga menyinggung isu rencana privatisasi Piala Dunia yang sempat mencuat.
Mereka menilai langkah tersebut mencederai kepercayaan dan menunjukkan adanya upaya pengambilan keputusan secara sepihak.
“Ketika kepercayaan dikhianati dengan cara menipu, dan seseorang menempatkan diri di atas kolektif, maka tanggung jawab itu telah gagal dijalankan,” tulis UEFA, AFC, dan CONCACAF.
Meski demikian, UEFA, AFC, dan CONCACAF menegaskan tidak menolak kebijakan FIFA sebelumnya, seperti ekspansi turnamen dan penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034.
Mereka menyebut semua keputusan tersebut merupakan hasil diskusi bersama berbagai pihak.
Namun, inti kritik terletak pada tata kelola dan transparansi.
Ketiga konfederasi menekankan bahwa sepak bola adalah milik bersama, pemain, penggemar, klub, dan federasi yang harus dijaga integritasnya.
Mereka juga mendorong distribusi sumber daya FIFA dilakukan secara adil dan bertanggung jawab.
Investasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat perkembangan sepak bola di berbagai negara anggota.
Dalam pernyataan penutup, ketiga konfederasi menyerukan perubahan arah kepemimpinan FIFA.