-
Vietnam menundukkan Malaysia dua gol tanpa balas pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026.
-
Pelatih Kim Sang-sik mengkritik banyaknya interupsi pengecekan VAR yang merusak ritme pertandingan timnya.
-
Vietnam langsung melakukan evaluasi taktik untuk memastikan tiket final pada laga leg kedua nanti.
Suara.com - Timnas Vietnam berhasil meraih kemenangan penting atas Malaysia pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026. Namun, usai laga pelatih Vietnam Kim Sang-sik mengungkap unek-uneknya.
Vietnam menaklukkan Malaysia dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kuala Lumpur, Minggu (16/8/2026).
Nguyen Xuan Son membuka keunggulan Vietnam pada masa tambahan waktu babak pertama sebelum gol bunuh diri Faris Danish memastikan kemenangan tim tamu pada menit ke-86.
![Vietnam Disebut Lebih Dulu Jadi Negara ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Indonesia? [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/03/86564-timnas-vietnam.jpg)
Di balik kemenangan tersebut, Kim Sang-sik justru memberikan sorotan terhadap jalannya pertandingan.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai terlalu banyak penghentian permainan akibat proses pengecekan Video Assistant Referee (VAR).
Menurut Kim, situasi tersebut membuat ritme permainan Vietnam terganggu. Ia bahkan mengaku sedikit kecewa meski tidak secara langsung mempermasalahkan keputusan yang dibuat wasit.
“Saya tidak punya keluhan besar tentang keputusan wasit," kata Kim Sang-sik dilansir dari Soha.
"Namun, mereka sering mengganggu jalannya pertandingan dengan keputusan mereka dan membuang waktu menonton VAR. Jadi, saya merasa sedikit kecewa,” jelasnya.
Penggunaan VAR memang beberapa kali terjadi sepanjang pertandingan Malaysia kontra Vietnam.
Salah satu momen paling krusial terjadi ketika kiper Vietnam, Patrick, sempat menerima kartu merah pada menit ke-61.
Namun, keputusan tersebut kemudian berubah setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR.
Kartu merah Patrick dibatalkan sehingga sang penjaga gawang tetap dapat melanjutkan pertandingan.
Terlepas dari persoalan tersebut, Kim Sang-sik mengakui Malaysia memberikan perlawanan yang tidak mudah.
Vietnam bahkan sempat mengalami kesulitan untuk menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan.
Kim tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu membawa pulang kemenangan dengan keunggulan dua gol dari laga tandang. Ia juga memberikan pujian kepada suporter Vietnam yang hadir langsung memberikan dukungan.
“Kami menjalani pertandingan tandang yang sulit, tetapi saya sangat senang seluruh tim menang 2-0," jelasnya.
"Ini adalah hasil dari para pemain yang telah memberikan yang terbaik. Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh tim,” ujar dia.
Meski sudah mengantongi kemenangan 2-0, Kim tidak ingin Vietnam terlena. Menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi sebelum menghadapi Malaysia pada pertandingan berikutnya.
“Meskipun kami menang 2-0, secara keseluruhan itu adalah pertandingan yang sulit dan kami juga menghadapi beberapa kesulitan dalam menerapkan taktik kami."
"Kami akan menganalisisnya dengan cermat untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.