-
Jay Idzes hanya menjadi penonton saat Sassuolo mengalahkan Cesena 3-0 di Coppa Italia.
-
Alberto Aquilani memilih merotasi lini belakang tanpa memberikan menit bermain kepada bek Indonesia.
-
Sassuolo dipastikan melaju ke fase berikutnya untuk berhadapan dengan Frosinone pada September 2026.
Suara.com - Langkah Sassuolo menembus 16 besar Coppa Italia 2026/2027 dipastikan tanpa kontribusi Jay Idzes di lapangan. Alberto Aquilani memilih memarkir bek Timnas Indonesia tersebut sepanjang 90 menit pertandingan.
Keputusan sang nakhoda baru membuat publik menanti lebih lama aksi perdana kapten Garuda bersama skuad I Neroverdi. Laga ini padahal menjadi panggung ideal eksperimen racikan pemain bertahan.
Tanpa kehadiran Jay Idzes di lini pertahanan, Sassuolo tetap tampil sangat dominan menggempur pertahanan lawan. Mereka langsung mengurung Cesena sejak menit awal laga di Mapei Stadium.

Tuan rumah membongkar pertahanan lawan pada menit ke-13 melalui sontekan akurat Cristian Volpato. Gol pembuka ini lahir berkat umpan manis Simone Cinquegrano yang membakar semangat tim.
Gempuran tanpa henti membuat Cesena frustrasi dan sama sekali tak diberi ruang mengembangkan permainan. Unggul penguasaan bola membuat tuan rumah makin leluasa mendikte irama pertandingan.
Bagaimana Jalannya Dominasi Sassuolo Hingga Akhir Laga?
Vasilie Adzic memperlebar keunggulan I Neroverdi lewat golnya menjelang turun minum. Skor 2-0 menutup paruh pertama dengan dominasi mutlak tim tuan rumah.
Memasuki babak kedua, skema permainan tidak mengalami perubahan berarti dari kedua kesebelasan. Cesena lebih banyak menumpuk pemain di area pertahanan sendiri demi meredam kebobolan susulan.
Pesta kemenangan tuan rumah akhirnya ditutup oleh gol Luca Lipani pada menit ke-75. Kemenangan telak 3-0 bertahan hingga tiup peluit panjang.
Hasil manis ini mengantarkan Sassuolo menggenggam tiket babak berikutnya untuk menantang Frosinone pada September mendatang.
Kemenangan bersih ini membuktikan kedalaman komposisi lini belakang yang dimiliki racikan Alberto Aquilani.
Bagaimana Peta Persaingan Jay Idzes di Skuad Utama Sassuolo?
Di sisi lain, hasil positif tim belum memberikan angin segar bagi menit bermain bek berusia 25 tahun tersebut. Jay Idzes dituntut bekerja lebih keras demi menarik perhatian sang pelatih baru.
Padahal, pemain kelahiran Belanda ini mengantongi reputasi mentereng sebagai pilar utama sekaligus kapten Timnas Indonesia. Pengalaman internasionalnya terbukti ampuh mengawal pertahanan Garuda di berbagai ajang.
Hadirnya kepemimpinan Alberto Aquilani di kursi kepelatihan otomatis merombak hierarki lini belakang Sassuolo. Tantangan berat kini berada di pundak Jay untuk merebut kembali tempat utama.