- PT GGN, Coca-Cola Indonesia, dan PSSI sukses menggelar Festival Sepak Bola Rakyat di lima kota besar hingga 27 Juni 2026.
- Ajang pembinaan akar rumput tersebut berhasil menjaring lebih dari 1.700 talenta muda berusia 16-18 tahun dari 78 sekolah, klub, dan komunitas.
- Rangkaian kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem sepak bola usia muda yang berkelanjutan untuk menyambut FIFA World Cup 2026.
Suara.com - Pencarian bibit unggul pesepak bola masa depan Tanah Air mendapat angin segar melalui Festival Sepak Bola Rakyat yang rampung digelar di lima kota besar.
Ajang pembinaan akar rumput (grassroots) ini menjaring lebih dari 1.700 talenta muda berusia 16-18 tahun dari 78 sekolah, klub, dan komunitas lokal.
Kolaborasi PT Garuda Gemah Nusantara (GGN), Coca-Cola Indonesia, dan PSSI tersebut menjadi salah satu upaya membangun ekosistem sepak bola usia muda yang berkelanjutan.
Rangkaian festival resmi ditutup di Manado pada 25-27 Juni 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Labuan Bajo pada Desember 2025, kemudian Jakarta, Palu, dan Makassar sepanjang awal 2026.
Pembinaan Talenta Muda Menjangkau Lima Kota
![Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Fabio Oliveira, yang turut hadir dalam Festival Sepak Bola Rakyat yang menjaring lebih dari 1.700 talenta muda di lima kota. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/19/11126-mantan-asisten-pelatih-timnas-indonesia-fabio-oliveira.jpg)
Direktur PT GGN, Rizky Aidi, mengapresiasi antusiasme peserta di setiap kota penyelenggaraan.
“Festival Sepak Bola Rakyat telah sukses diselenggarakan di lima kota dengan melibatkan ribuan peserta dari 78 sekolah, klub, dan komunitas," ujar Rizky.
Menurutnya, tingginya antusiasme menunjukkan sepak bola masih memiliki tempat penting bagi generasi muda Indonesia.
“Bersama dukungan PSSI dan Coca-Cola Indonesia, kami berharap festival ini dapat terus membuka lebih banyak ruang bagi talenta muda di berbagai daerah untuk belajar, bertanding, membangun karakter, dan mengembangkan potensi mereka,” lanjut Rizky.
Langkah pemerataan pembinaan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria.
Ratu Tisha Soroti Pentingnya Konsistensi
Ratu Tisha menilai konsistensi dan dukungan berbagai pihak dibutuhkan untuk membangun ekosistem kompetisi usia muda yang ideal.
“Pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan proses yang konsisten serta dukungan dari berbagai pihak," kata Ratu Tisha Destria.
Ia menyebut festival tersebut penting karena mempertemukan pemain muda, pelatih, orang tua, dan komunitas dalam lingkungan yang sehat.
“Bagi peserta usia 16–18 tahun, pengalaman seperti ini sangat penting karena mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, serta membangun mentalitas untuk terus berkembang,” ujar Ratu Tisha.
Selama kegiatan, peserta juga mendapatkan materi melalui sesi coaching clinic dan seminar kepelatihan yang menghadirkan sejumlah pelatih dan praktisi sepak bola.
Fabio Oliveira Tekankan Pentingnya Jam Terbang
Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Fabio Oliveira, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya memberikan kesempatan bermain kepada talenta-talenta dari daerah.
“Banyak pemain muda memiliki semangat dan kemampuan yang menjanjikan," kata Fabio.
Menurutnya, para pemain muda membutuhkan kesempatan bertanding, program pembinaan yang tepat, dan lingkungan kompetitif yang mendukung perkembangan mereka.
“Festival seperti ini penting karena memberikan pengalaman langsung bagi para peserta untuk bermain, belajar, dan memahami nilai-nilai sepak bola secara lebih luas," tambahnya.
“Dari pengalaman tersebut, mereka dapat membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk terus berkembang,” ujar Fabio.
Merambah Ruang Digital
Festival Sepak Bola Rakyat juga diperluas ke ranah digital melalui siniar (podcast) Nobar (Ngobrol Bola Ramean) with Coca-Cola.
Program yang menghadirkan sejumlah figur sepak bola nasional tersebut mencatat 518.789 tayangan dari delapan episode yang dirilis secara daring.
Dukungan Coca-Cola Indonesia terhadap kegiatan ini sejalan dengan kampanye global menyambut FIFA World Cup 2026™.
Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menilai sepak bola dapat menjadi medium untuk mempererat masyarakat dari berbagai generasi dan latar belakang.
“Bagi kami, Festival Sepak Bola Rakyat menjadi cara yang bermakna untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus merayakan semangat FIFA World Cup 2026™," ucap Eva.
Pembinaan Berlanjut ke Level Universitas
Komitmen pengembangan sepak bola Coca-Cola Indonesia tidak berhenti di level sekolah dan komunitas.
Coca-Cola Indonesia juga menjalankan program Coca-Cola University League yang menyasar pembinaan pemain di tingkat universitas.
Eva berharap berbagai program tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar cita-cita di sepak bola.
“Melalui keberhasilan penyelenggaraan Festival Sepak Bola Rakyat di lima kota serta Coca-Cola University League, Coca-Cola Indonesia bersama GGN berharap dapat terus menginspirasi penguatan pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia," tutup Eva.