- Garudayaksa Football Academy membuka akademi satelit perdana di Kota Batam pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh COO Garudayaksa Muhammad Rifandy dan Manajer Batam Prime FC Chandra Ng.
- Kehadiran akademi ini bertujuan membina talenta muda lokal serta menggerakkan sektor pariwisata olahraga regional.
Suara.com - Pembinaan sepak bola usia dini di Kepulauan Riau memasuki babak baru setelah Garudayaksa Football Academy membuka akademi satelit perdana di Kota Batam.
Akademi tersebut diproyeksikan menjadi wadah pembinaan talenta muda sekaligus jalur bagi pesepak bola potensial dari Batam dan sekitarnya menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara Gala Dinner penutupan Batam Prime International Football Series (BIFS) 2026, Minggu (23/8/2026) malam.
Kesepakatan strategis itu ditandatangani COO Garudayaksa Football Academy, Muhammad Rifandy, dan Manajer Batam Prime FC, Chandra Ng, di Ballroom Pacific Hotel.
Garudayaksa Academy Satellite Batam
![Garudayaksa buka akademi satelit perdana di Batam bersama Batam Prime FC. Akademi ini ditargetkan menjadi model pembinaan sepak bola usia dini. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/25/43032-garudayaksa.jpg)
Kolaborasi kedua entitas olahraga tersebut melahirkan Garudayaksa Academy Satellite Batam, yang diproyeksikan menjadi pusat pelatihan bagi talenta-talenta muda.
Pembina BIFS 2026 sekaligus Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menilai Batam mendapat kehormatan menjadi daerah pionir dalam ekspansi akademi tersebut.
“Batam akan menjadi daerah pionir sebagai satelit akademi Garudayaksa di Indonesia," jelas Fary di hadapan para tamu undangan.
Ia meyakini kerja sama ini dapat memperkuat fondasi pembinaan sepak bola sekaligus meningkatkan kualitas lisensi pelatih lokal di Batam.
Proyek tersebut diharapkan menjadi role model atau percontohan bagi pengembangan ekosistem pembinaan sepak bola daerah yang terintegrasi di Indonesia.
Dengan adanya akademi ini, talenta muda dari Batam dan sekitarnya diharapkan memiliki jalur pembinaan yang lebih jelas untuk berkembang hingga level nasional dan internasional.
Sinergi Pembinaan Sepak Bola dan Sport Tourism
Kehadiran akademi satelit menjadi salah satu dampak lanjutan dari penyelenggaraan BIFS 2026 pada 22-23 Agustus.
Turnamen tersebut menghadirkan klub dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang bersaing di Stadion Gelora Citra Mas.
Manajer Geylang International FC Singapura, Fahmi Rahmat, mengapresiasi penyelenggaraan BIFS 2026 karena dinilai mampu mempererat hubungan olahraga antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
Sejalan dengan hal tersebut, Fary Djemy Francis menilai kompetisi internasional seperti BIFS dapat menjadi penggerak sport tourism di Batam.
Event olahraga yang dikelola secara profesional dinilai dapat membuka peluang bagi pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.
Dukungan Ekosistem Sepak Bola Daerah
Pengembangan olahraga sebagai magnet pariwisata sejalan dengan visi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Kolaborasi Batam Prime FC dan Garudayaksa Football Academy menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, klub, dan dunia usaha dalam mengembangkan sepak bola daerah.
Dengan fasilitas dan sistem pelatihan yang memadai, Batam diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu destinasi olahraga unggulan di kawasan ASEAN.
Acara Gala Dinner tersebut turut dihadiri perwakilan klub dari negara tetangga dan jajaran direktur BP Batam yang berkomitmen mendukung pengembangan olahraga nasional.