Bahlil Tantang Swasta Garap PLTS Rp1.140 Triliun, Kalau Tak Kompetitif Danantara Turun Tangan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Bahlil Tantang Swasta Garap PLTS Rp1.140 Triliun, Kalau Tak Kompetitif Danantara Turun Tangan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). [Suara.com]
baca 10 detik
  • PLTS 100 GW butuh investasi lebih dari Rp1.140 triliun.
  • Pemerintah bidik penghematan subsidi energi Rp73,9 triliun per tahun.
  • Jika swasta tak kompetitif, Danantara siap ambil alih proyek.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan proyek energi raksasa senilai lebih dari Rp1.140 triliun melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt-peak (GWp). Namun, proyek jumbo ini bukan sekadar agenda transisi energi. Pemerintah juga membuka pertarungan bagi pengembang listrik swasta untuk memperebutkan proyek tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebutuhan investasi untuk membangun PLTS 100 GWp diperkirakan mencapai USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.

"Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar, atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih," ujar Bahlil saat peluncuran program PLTS 100 GWp yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Besarnya kebutuhan investasi tersebut membuat pemerintah tidak akan mengerjakan seluruh proyek menggunakan anggaran negara. Skema utama yang disiapkan adalah melibatkan Independent Power Producer (IPP) atau pengembang listrik swasta melalui tender kompetitif.

Bahlil menegaskan pemerintah akan memberikan kesempatan kepada swasta apabila mampu menawarkan harga listrik yang kompetitif.

Namun, apabila tidak ada pengembang yang bersedia masuk dengan harga yang dinilai kompetitif, pemerintah menyiapkan opsi lain. Proyek tersebut dapat diambil alih pemerintah dan dikerjakan melalui Danantara dengan skema pembiayaan yang diarahkan agar tetap efisien dan terjangkau.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau," kata Bahlil.

Skema tersebut membuat proyek PLTS 100 GWp berpotensi menjadi salah satu proyek energi terbesar yang mempertemukan kepentingan investasi swasta dengan peran pemerintah melalui Danantara.

Selain membuka peluang investasi jumbo, pemerintah membidik penghematan biaya energi. Bahlil menyebut pengembangan PLTS 100 GWp diproyeksikan mampu memberikan efisiensi terhadap beban subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

baca juga

Dengan demikian, proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk menekan biaya energi dalam jangka panjang.

Program ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mencapai 5,52 juta orang.

Dari sisi lingkungan, kapasitas PLTS tersebut diperkirakan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 setiap tahun. Pengurangan emisi itu juga disebut memiliki nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.

Pemerintah kini mulai masuk ke tahap awal implementasi program tersebut. Sebanyak 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp mulai dibangun di enam provinsi.

Proyek perdana itu tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Bali menjadi salah satu wilayah dengan proyek terbesar. Pemerintah membangun PLTS berkapasitas 1.000 MW yang dilengkapi sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

Pembangunan tersebut memanfaatkan lahan negara dan diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Bahlil mengatakan PLTS 1.000 MW di Bali nantinya dapat menghemat penggunaan solar yang selama ini digunakan PLN.

"Khusus untuk Bali, penggunaan 1.000 megawatt ini mampu menghemat 0,6 juta kiloliter solar yang selama ini digunakan untuk PLTD oleh PLN," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perannya Berbeda, DSI Tak Mau Ikut Campur Bursa Mineral dan Komoditas

Perannya Berbeda, DSI Tak Mau Ikut Campur Bursa Mineral dan Komoditas

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Prabowo Mau RI Tak Impor Minyak dan Elpiji, Bahlil Langsung Hormat dan Teriak: Siap Laksanakan!

Prabowo Mau RI Tak Impor Minyak dan Elpiji, Bahlil Langsung Hormat dan Teriak: Siap Laksanakan!

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×