European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:24 WIB
European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino (pssi.org)
baca 10 detik
  • European Leagues mendesak reformasi kepemimpinan FIFA karena Infantino dianggap mengambil keputusan secara sepihak.

  • Intervensi politik dan pembatalan hukuman pemain memicu rencana mosi tidak percaya terhadap Infantino.

  • Tiga konfederasi besar menuntut pergantian presiden demi mengembalikan integritas serta transparansi tata kelola FIFA.

Suara.com - Masa depan Gianni Infantino di FIFA berada di ujung tanduk setelah Presiden European Leagues, Claudius Schaefer, menyuarakan desakan reformasi kepemimpinan secara menyeluruh. Schaefer menilai gaya kepemimpinan Infantino makin otoriter dan merusak integritas sepak bola global.

Asosiasi yang menaungi 53 liga profesional pria dan wanita tersebut menyoroti konsentrasi kekuasaan Infantino yang melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya, serangkaian kebijakan strategis sering kali diputuskan secara sepihak tanpa melibatkan para pemangku kepentingan.

Gelombang penolakan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang antara FIFA dan berbagai organisasi sepak bola atas pengelolaan tata kelola olahraga. Tiga konfederasi besar, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, bahkan mulai memprotes kepemimpinan Infantino secara terbuka.

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]

Pemicu utama kemarahan publik sepak bola adalah kegagalan wacana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia oleh FIFA. Di saat yang sama, wacana mengenai pemungutan suara mosi tidak percaya untuk melengserkan Infantino kini mulai digulirkan secara serius.

Selain masalah komersialisasi, kepemimpinan Infantino makin disorot akibat masuknya intervensi politik luar yang mencederai aturan independensi olahraga. Konfederasi menilai tindakan Infantino telah mengangkangi regulasi resmi yang mengikat federasi internasional.

Dua kejadian yang melibatkannya dengan Presiden AS Donald Trump menjadi bukti nyata pelanggaran batas etik dan hukum internal federasi. Pemberian Penghargaan Perdamaian FIFA serta pembatalan hukuman kartu merah penyerang Folarin Balogun atas campur tangan Trump memicu kemarahan publik.

Langkah sepihak tersebut dinilai menabrak aturan hukum asosiasi di Swiss yang mewajibkan seluruh jajaran direksi bekerja secara cermat dan transparan. Schaefer menegaskan bahwa pelanggaran eksekusi kebijakan tanpa persetujuan dewan merupakan bentuk kecurangan hukum.

"Kami mempertanyakan kelayakannya untuk melanjutkan jabatan sebagai presiden. Di Swiss sini, kami melihat FIFA dari dekat dan tampaknya pengaruh presiden meningkat dari tahun ke tahun. Keputusan-keputusan besar diambil tanpa konsultasi bermakna dengan para pemangku kepentingan yang terdampak," kata Schaefer, dikutip dari CNA, Rabu (26/8/2026).

Schaefer menekankan bahwa intervensi politik terhadap keputusan pertandingan langsung merusak nilai olahraga yang paling mendasar. Kasus pembatalan skorsing Balogun dianggap sebagai preseden paling buruk sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen resmi FIFA.

baca juga

"FIFA adalah asosiasi di bawah hukum Swiss dan dalam asosiasi ini Anda memiliki aturan. Presiden dan anggota dewan harus menjalankan tugas mereka dengan cermat. Ini adalah masalah hukum. Jika Anda mengambil keputusan seperti itu (seperti penghargaan perdamaian), tanpa memberi tahu dewan, itu, menurut pandangan saya, adalah pelanggaran hukum. Dan kemudian, selama Piala Dunia kita semua tahu tentang masalah kartu merah. Itu adalah skandal nyata. Saya tidak pernah mengingat intervensi politik semacam ini terkait dengan masalah olahraga. Tindakan seperti itu mempertanyakan integritas permainan. Itu sebabnya tidak ada masa depan di FIFA untuk Infantino. Tidak bisa ada," ujar Schaefer.

Meskipun Infantino berencana mencalonkan diri kembali untuk periode keempatnya tahun depan, penolakan kuat dipastikan akan menghadangnya. Kendati demikian, penggantian figur presiden dianggap bukan satu-satunya jalan keluar jika struktur organisasi tidak diubah secara mendasar.

European Leagues menegaskan bahwa redefinisi peran dan batasan wewenang Presiden FIFA merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi. Perubahan sistemis hanya dapat terwujud jika kepemimpinan puncak diserahkan kepada sosok baru.

Pihak FIFA sendiri belum memberikan tanggapan atau respons resmi terkait tanggapan mendalam dari European Leagues tersebut.

Isu penyalahgunaan wewenang di tubuh FIFA sebetulnya merupakan persoalan lama yang terus berulang sejak era kepemimpinan sebelum Infantino. Reformasi total kini menjadi agenda mendesak agar tata kelola sepak bola dunia kembali pada jalur transparansi dan independensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

28 Pemain Bangladesh untuk Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

28 Pemain Bangladesh untuk Hadapi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Borussia Monchengladbach Kasih Kevin Diks Jabatan Penting

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Kalau John Herdman Gagal di FIFA ASEAN Cup 2026, Ganti Saja dengan Nilmaizar

Kalau John Herdman Gagal di FIFA ASEAN Cup 2026, Ganti Saja dengan Nilmaizar

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Terkini

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Jabar | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Teknologi Mengubah Cara Belajar, Guru Kini Jadi Inovator di Era Digital

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Empat Kali Ditangkap! Ini Garis Waktu Kasus Narkoba Revaldo: Penjara Tak Membuat Kapok

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:17 WIB

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

SDI Dukung Tuntutan AMPB soal RUU Perampasan Aset, Tapi Ingatkan Risiko Penyusupan

Jogja | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, Sekolah Tetap Masuk Pukul 08.00 WIB

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya

Sifat-sifat Bunyi dan Cara Perambatannya

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:14 WIB

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Carlos Baleba Bisa Ubah Wajah Lini Tengah Manchester United, Solusi Kejar Gelar Premier League?

Carlos Baleba Bisa Ubah Wajah Lini Tengah Manchester United, Solusi Kejar Gelar Premier League?

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:09 WIB

×