- Mentari Group menyelenggarakan ajang Mentari National Awards for Educators 2026 di Jakarta untuk mengapresiasi guru inovatif.
- Sebanyak 770 pendidik dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi, dan 20 orang terpilih sebagai penerima penghargaan.
- Para pemenang memperoleh beasiswa S2, program peningkatan kompetensi selama satu tahun, serta total hadiah uang tunai.
Suara.com - Ruang belajar kini tidak lagi terbatas pada kelas dan papan tulis. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ikut mengubah cara pendidik menjalankan proses pembelajaran sekaligus memperluas ruang bagi guru untuk berbagi pengetahuan.
Perubahan tersebut membuat guru dituntut tidak hanya mampu menyampaikan materi, tetapi juga terus beradaptasi, menciptakan inovasi pembelajaran, dan memanfaatkan teknologi agar proses belajar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026. Ajang apresiasi tersebut memberikan penghargaan kepada pendidik yang dinilai menunjukkan kepemimpinan, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan platform digital dalam pendidikan.
Tahun ini, sebanyak 770 pendidik dari 679 sekolah di 228 kota di Indonesia mengikuti MNAE 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penjurian, sebanyak 20 pendidik terpilih sebagai penerima penghargaan dari tiga kategori.
Ketiga kategori tersebut adalah Mentari Leadership Awards untuk kepala sekolah visioner, Mentari Changemaker Awards bagi guru inovatif, serta Mentari Educreator Awards untuk guru yang memberikan dampak melalui pemanfaatan platform digital dalam bidang pendidikan.
Para pendidik terpilih berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Purwakarta, Medan, Riau, hingga Labuan Bajo.
Ketika Teknologi Mengubah Cara Guru Mengajar
Executive Director of Mentari Group, Natalina Rimba, mengatakan perkembangan teknologi dan AI turut mengubah kebutuhan dunia pendidikan. Kondisi tersebut membuat pendidik perlu terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi.
“Pendidikan saat ini tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, Mentari Group berkomitmen untuk terus mendukung pendidik melalui inovasi, kolaborasi, dan berbagai program pengembangan agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pendidikan Indonesia,” ujar Natalina.
Menurut Pakar Pendidikan Itje Chodidjah, perubahan dalam pendidikan pada dasarnya berawal dari pendidik yang hadir dan bekerja langsung di ruang kelas.
Karena itu, apresiasi terhadap guru tidak semestinya berhenti pada pemberian penghargaan. Dukungan tersebut juga penting untuk mendorong guru terus berkembang, berinovasi, dan berbagi pengalaman dengan pendidik lainnya.
“Transformasi pendidikan pada akhirnya berawal dari pendidik yang hadir dan bekerja di ruang kelas. Mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan generasi masa depan,” ujar Itje.
“Karena itu, apresiasi menjadi penting bukan sekadar sebagai penghargaan, tetapi sebagai bentuk dukungan agar para pendidik terus berkembang, berinovasi, dan saling menginspirasi,” lanjutnya.
Guru Punya Ruang Baru untuk Berbagi
Teknologi juga menghadirkan perubahan lain dalam dunia pendidikan. Pengetahuan yang sebelumnya hanya dibagikan di ruang kelas kini dapat menjangkau lebih banyak orang melalui berbagai platform digital.