- Ketum PSSI Erick Thohir mengungkapkan evaluasi kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 pada rapat Exco, Jumat (28/8/2026).
- Badan Tim Nasional menyiapkan perbaikan menyeluruh bagi seluruh kelompok umur timnas putra dan putri menghadapi turnamen selanjutnya.
- Komite Wasit melaporkan pencapaian tiga AFC Elite Referee serta peningkatan jumlah wasit nasional menjadi 23.000 orang.
Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap hasil evaluasi terhadap Timnas Indonesia setelah skuad Garuda gagal memenuhi target di Piala AFF 2026.
Evaluasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026).
Timnas Indonesia sebelumnya harus mengakhiri kiprahnya di Piala AFF 2026 setelah tidak berhasil menembus babak semifinal.
Skuad Garuda hanya menempati peringkat ketiga Grup A. Indonesia berada di bawah Vietnam dan Singapura dalam persaingan menuju fase gugur.
Erick Thohir kemudian menyampaikan sejumlah hasil pembahasan rapat Exco melalui akun media sosial miliknya.
Selain mengevaluasi Timnas Indonesia, PSSI turut membahas berbagai agenda lain, termasuk peningkatan kualitas perangkat pertandingan dan persiapan kompetisi sepak bola nasional.
“Memimpin rapat Exco PSSI untuk membahas Timnas Indonesia, peningkatan kualitas & kapasitas wasit Indonesia dan persiapan untuk liga,” tulis Erick Thohir.
Dalam evaluasi tersebut, Badan Tim Nasional (BTN) turut memberikan laporan mengenai perkembangan Timnas Indonesia setelah tampil di Piala AFF 2026.
Erick menyebut BTN telah melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan sejumlah langkah perbaikan untuk menghadapi agenda Timnas Indonesia berikutnya.
“Dalam Rapat Exco ini, BTN telah mengevaluasi dan akan melakukan perbaikan untuk Timnas Indonesia,” ungkap Erick.
Hasil evaluasi tersebut menjadi penting karena Timnas Indonesia masih memiliki sejumlah agenda internasional yang harus dihadapi dalam waktu dekat.
Salah satunya adalah FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. John Herdman akan kembali memimpin skuad Garuda pada turnamen tersebut.
Indonesia juga berstatus sebagai salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Dua stadion yang disiapkan untuk menggelar pertandingan adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat.
Program BTN tidak hanya menyasar tim senior putra. Pembinaan dan persiapan seluruh kelompok umur serta tim nasional putri juga masuk dalam rencana yang disiapkan PSSI.
“BTN juga akan mempersiapkan Timnas untuk event-event yang akan diikuti mulai dari Timnas Senior, Timnas U-23, Timnas U-20, Timnas U-17 dan Timnas U-16,” kata dia.
“Tidak hanya Timnas Putra, tapi BTN juga akan mempersiapkan Timnas Putri senior, Timnas Putri U-20 dan Timnas U-17,” tutup Erick.
Rapat Exco PSSI juga membahas perkembangan sektor perwasitan nasional. Komite Wasit melaporkan pencapaian Indonesia yang kini memiliki tiga AFC Elite Referee.
Jumlah wasit di Indonesia juga disebut mengalami peningkatan signifikan. Erick menyampaikan jumlah tersebut kini mencapai 23.000 orang, dari sebelumnya sekitar 7.000 wasit.
“Komite Wasit melaporkan Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah memiliki 3 AFC Elite Referee. Jumlah wasit Indonesia juga meningkat dari 7.000 menjadi 23.000 di seluruh Indonesia,” tulis Erick.
Sementara itu, I.League menyampaikan perkembangan kompetisi baru yang akan menambah agenda sepak bola nasional musim 2026-2027.
Dua kompetisi tersebut adalah Indonesia Women’s League 2026-27 yang dijadwalkan dimulai pada 17 Oktober 2026 dan League Cup yang akan bergulir mulai 3 November 2026.
“I.League menyampaikan akan ada 2 kompetisi baru yang bergulir musim ini yaitu Indonesia Women’s League 2026-27 dimulai pada 17 Oktober 2026. Lalu League Cup akan bergulir pada 3 November 2026,” sambung dia.
Evaluasi BTN kini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi agenda selanjutnya. John Herdman dituntut membawa perbaikan setelah hasil kurang maksimal yang diraih skuad Garuda di Piala AFF 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Herdman untuk menunjukkan perkembangan Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.