- Bek Malaysia Muhammad Syahmi Safari mengenang atmosfer Stadion GBK pada pertandingan sengit tahun 2019 lalu.
- Malaysia pernah mengalahkan tuan rumah Indonesia dengan skor 3-2 melalui dua gol Mohamadou Sumareh dan satu gol Syafiq Ahmad.
- Syahmi menyatakan kondisi skuad kedua tim saat ini sudah berbeda menjelang laga FIFA ASEAN Cup 2026.
Suara.com - Bek Timnas Malaysia, Muhammad Syahmi Safari, masih mengingat atmosfer panas saat Harimau Malaya menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 2019.
Tujuh tahun berlalu, pengalaman tersebut masih terngiang bagi Muhammad Syahmi Safari jelang laga antara Timnas Indonesia vs Malaysia sore nanti.
Syahmi menjadi salah satu pemain Malaysia yang memiliki pengalaman langsung dengan atmosfer pertandingan Indonesia pada 2019.
Meski tidak tampil di lapangan ketika itu, ia mengaku masih mengingat suasana pertandingan yang berlangsung sengit.
"Memori pada 2019 masih saya ingat dan saya rasa itu adalah salah satu pengalaman terbaik sepanjang karier sebagai pemain sepak bola," kata Syahmi dinukil dari Berita Harian.
"Saya tidak bermain pada malam itu, tetapi saya dapat merasakan suasana dan keadaan pertandingan pada malam itu juga," lanjutnya.
Pertandingan pada 5 September 2019 menjadi salah satu pertemuan paling dramatis antara Indonesia dan Malaysia. Sempat dua kali tertinggal, Harimau Malaya akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas tuan rumah.
Mohamadou Sumareh menjadi bintang kemenangan Malaysia setelah mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan. Satu gol lainnya disumbangkan Muhammad Syafiq Ahmad.
Namun, kemenangan tersebut juga diwarnai situasi tegang di luar lapangan.
Suporter Malaysia dilaporkan mengalami gangguan dan pelemparan benda, sementara rombongan pemain serta ofisial Malaysia menggunakan kendaraan lapis baja untuk kembali ke hotel.
Dari skuad Malaysia saat ini, Syahmi dan Corbin Ong disebut sebagai dua pemain yang masih memiliki pengalaman dari pertandingan tersebut.
Syahmi Tak Anggap Indonesia 2026 Sama
Meski membawa memori kemenangan 2019, Syahmi menyadari situasi pertandingan kali ini berbeda.
Timnas Indonesia dan Malaysia datang dengan komposisi pemain serta kondisi tim yang tidak sama seperti tujuh tahun lalu.
"Memori 2019 dapat memberikan keyakinan kepada saya dan rekan-rekan setim yang lain. Namun, kita harus melihat bahwa Indonesia adalah skuad yang berbeda dan kita juga merupakan skuad yang berbeda," ujar Syahmi.
Ia menilai duel Indonesia versus Malaysia akan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan.
Malaysia membuka Grup A dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh. Sementara itu, Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 pada pertandingan pembuka di GBK.
Syahmi juga menegaskan seluruh pemain Malaysia memahami tanggung jawab masing-masing.
Syahmi memastikan siapa pun yang mendapat kepercayaan dari pelatih interim Tan Cheng Hoe siap memberikan kemampuan terbaik.
"Setiap pemain di sini adalah pemain terbaik dan mereka memiliki pengalaman masing-masing. Saya rasa tidak menjadi masalah bagi setiap pemain untuk memberikan yang terbaik agar kami mendapatkan hasil positif," katanya.
"Siapa pun yang diberi kesempatan dan tugas untuk bermain pada pertandingan besok akan memberikan yang terbaik," lanjut Syahmi.