- Suporter Timnas Indonesia meneriakkan nama Shin Tae-yong di SUGBK usai laga imbang melawan Malaysia.
- PSSI mengikat pelatih John Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun hingga opsi perpanjangan tahun 2030.
- Besaran kompensasi pemutusan kontrak John Herdman sebelum masa jabatannya berakhir belum dipublikasikan resmi oleh PSSI.
Suara.com - John Herdman belum lama menjadi pelatih Timnas Indonesia, tetapi usai hasil imbang 0-0 melawan Malaysia membuat suporter Garuda kecewa.
Usai hasil imbang melawan Malaysia kemarin, suporter Garuda tunjukkan rasa kecewa mereka dengan meneriakkan eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong di SUGBK.
Teriakan nama Shin Tae-yong usai pertandingan bahkan sempat membuat Kevin Diks kecewa.
"Saya rasa ini tidak benar. Ini tidak baik bagi para pemain dan tidak baik bagi pelatih," ujar Diks dalam wawancara setelah pertandingan.
Sejatinya, Herdman memiliki durasi kerja yang cukup panjang. Herdman dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya.
Artinya, kontrak awal Herdman berlangsung hingga sekitar Januari 2028.

Jika opsi perpanjangan diaktifkan, masa kerja tersebut berpotensi berlanjut hingga 2030.
Format kontrak tersebut disampaikan Exco PSSI Arya Sinulingga. Ia menyebut kesepakatan Herdman menggunakan skema "dua plus dua", yakni dua tahun pertama dengan kemungkinan tambahan dua tahun.
"Dua plus dua. Jadi kalau dua tahun pertama oke, kontraknya bisa diperpanjang dua tahun lagi," ujar Arya Sinulingga.
PSSI juga disebut ingin memberikan Herdman waktu untuk menjalankan proses pembangunan Timnas Indonesia. Federasi tidak ingin masa kerja pelatih terlalu pendek sehingga program yang dirancang tidak memiliki waktu untuk berkembang.
"Kami ingin dia punya waktu untuk proses melatih dan membangun tim. Kami sepakat menjaga dua tahun ini untuk proses tersebut," kata Arya.
Berapa Kompensasi Jika Herdman Dipecat?
Pertanyaan mengenai kompensasi menjadi menarik apabila PSSI memutus kontrak Herdman sebelum masa kerja dua tahun tersebut berakhir.
Namun, hingga kini tidak ada angka resmi yang dipublikasikan PSSI mengenai nilai kompensasi pemutusan kontrak Herdman.
Besaran kompensasi sangat bergantung pada klausul terminasi yang terdapat dalam kontrak.
Karena isi lengkap perjanjian PSSI dan Herdman tidak tersedia untuk publik, nilai kompensasi tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan durasi kontrak.
Sebelumnya, sebelum Herdman resmi diperkenalkan, beredar laporan mengenai gaji sekitar Rp650 juta per bulan.
Angka tersebut muncul dalam pemberitaan ketika proses negosiasi kontrak masih berlangsung dan bukan angka kompensasi pemecatan yang dikonfirmasi PSSI.
Jika angka Rp650 juta per bulan hanya digunakan sebagai simulasi, sisa gaji selama satu tahun akan mencapai sekitar Rp7,8 miliar.
Jika masih tersisa 18 bulan, nilainya menjadi sekitar Rp11,7 miliar.
Namun, perhitungan tersebut tidak otomatis berarti PSSI harus membayar Rp7,8 miliar atau Rp11,7 miliar jika Herdman diberhentikan.
Klausul pemutusan kontrak dapat mengatur nilai yang berbeda, termasuk kemungkinan adanya kompensasi tertentu atau kondisi yang memungkinkan kontrak dihentikan.