- Timnas Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 28 September 2026.
- Skuad Garuda menahan imbang Malaysia dengan sepuluh pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-37.
- Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 4-1 pada 19 Desember 2021 melalui strategi menyerang.
Suara.com - Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
Situasi itu membuat John Herdman harus mengubah pendekatan permainan untuk menghadapi tekanan Malaysia hingga pertandingan berakhir.
Setelah bermain dengan 10 pemain, Indonesia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Malaysia semakin leluasa menguasai bola, sementara Herdman menjaga agar jarak antarlini Indonesia tetap rapat sehingga lawan kesulitan menemukan ruang di sekitar kotak penalti.
Taktik tersebut membuat Indonesia kehilangan sebagian besar daya serangnya.

Pada awal laga, Indonesia masih mencoba membangun permainan melalui struktur 5-4-1 dan transisi menyerang, tetapi kartu merah Haye memaksa Herdman mengubah prioritas menjadi menjaga keseimbangan dan bertahan.
Lantas seperti apa taktik Shin Tae-yong saat membawa Timnas Indonesia melumat Malaysia 4-1 pada 2021?
Shin Tae-yong menunjukkan kemampuan membaca permainan ketika memimpin Timnas Indonesia menghadapi Malaysia pada fase grup Piala AFF 2020, 19 Desember 2021.
Indonesia sempat tertinggal lebih dulu, tetapi berhasil bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-1.
Sebelum pertandingan, Shin mengidentifikasi sejumlah kelemahan yang bisa dieksploitasi anak asuhnya.
Salah satunya berkaitan dengan kecepatan pemain bertahan Malaysia dan kondisi fisik Dion Cools yang baru bergabung dengan skuad.
Shin kemudian meminta pemain Indonesia bermain agresif, membuka permainan melalui sisi lapangan, serta memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Malaysia.
Instruksi tersebut terlihat sejak awal pertandingan.
Timnas Indonesia berusaha membuat lapangan menjadi lebih lebar dengan memaksimalkan kecepatan pemain seperti Irfan Jaya, Witan Sulaeman dan Pratama Arhan.
Strategi tersebut kemudian membuahkan hasil.
Setelah Malaysia mencetak gol lebih dulu melalui Kogileswaran Raj pada menit ke-13, Indonesia tidak kehilangan kendali permainan.
Irfan Jaya menyamakan kedudukan pada menit ke-36 setelah memanfaatkan kombinasi serangan Indonesia.
Tidak lama berselang, Irfan kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Indonesia berbalik unggul 2-1.
Permainan melebar menjadi salah satu kunci serangan Indonesia.
Pratama Arhan tidak hanya bertugas menjaga pertahanan, tetapi juga aktif membantu serangan dari sisi kiri.
Pergerakan Arhan bahkan menghasilkan gol ketiga Indonesia.
Bek kiri Persija itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada awal babak kedua setelah menerima umpan dari Irfan Jaya.
Selain serangan terbuka, Indonesia juga mampu memanfaatkan situasi bola mati.
Shin melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Elkan Baggott pada awal babak kedua.
Keputusan tersebut kemudian memberikan hasil.
Baggott mencetak gol keempat Indonesia pada menit ke-82 melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Evan Dimas.
Dari sisi permainan, pressing juga menjadi bagian penting dari rencana Shin.
Timnas Indonesia tidak membiarkan Malaysia membangun serangan dengan nyaman dan terus memberikan tekanan ketika kehilangan bola.
Pendekatan tersebut berbeda ketika Indonesia menghadapi Vietnam pada laga sebelumnya.
Saat melawan Vietnam, Shin memilih pendekatan yang lebih bertahan dan memberikan ruang penguasaan bola kepada lawan.
Melawan Malaysia, strategi tersebut berubah. Indonesia bermain lebih agresif dan berusaha mengambil inisiatif permainan.
Perubahan pendekatan ini memperlihatkan bahwa Shin tidak terpaku pada satu gaya bermain.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menyesuaikan strategi berdasarkan karakteristik lawan yang dihadapi.