- Timnas Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin.
- Pendukung kedua negara saling melontarkan sindiran di Instagram FIFA terkait strategi bertahan dan kegagalan mencetak gol.
- Hasil imbang tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan empat poin di Grup A ASEAN Cup 2026.
Suara.com - Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia pada Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol.
Namun, rivalitas kedua kubu justru berlanjut di media sosial setelah pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026).
Hasil imbang 0-0 membuat pendukung Indonesia dan Malaysia saling melontarkan sindiran melalui kolom komentar Instagram FIFA.
Sejumlah suporter Malaysia menyoroti strategi bertahan Indonesia, sementara pendukung Garuda membalas dengan mempertanyakan kegagalan Harimau Malaya mencetak gol meski unggul jumlah pemain.
Salah satu komentar dari pendukung Malaysia menyindir permainan Indonesia yang dinilai terlalu bertahan.
"Saya kira Garuda hebat dan semua pemainnya berkualitas. Ternyata akhirnya hanya bermain parkir bus. Syihan, penjaga gawang Malaysia, bahkan sempat makan kuaci di bawah," tulis seorang pengguna Instagram.
![Wasit asal Korea Selatan Ko Hyung-jin (kiri) memberikan kartu merah kepada pesepak bola Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) saat melawan Timnas Malaysia pada pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/35413-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-vs-malaysia-john-herdman.jpg)
Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari pendukung Indonesia. Ia menyoroti keunggulan jumlah pemain Malaysia setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
"Sebelas melawan 10 pemain sejak babak pertama, tetapi Malaysia kesulitan mencetak gol ke gawang Indonesia. Bagaimana jadinya jika sejak awal bermain 11 melawan 11?" tulis akun tersebut.
Pertandingan memang berubah setelah Indonesia kehilangan Thom Haye.
Gelandang Indonesia itu mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman Hanapi.
Timnas Indonesia kemudian bermain dengan 10 pemain dan lebih banyak bertahan untuk meredam tekanan Malaysia, terutama sepanjang babak kedua.
Namun, Malaysia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol hingga pertandingan berakhir.
Di tengah saling sindir tersebut, masih ada suporter yang memilih meredakan rivalitas.
Salah seorang pengguna Instagram mengingatkan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun.
"Sama-sama hebat. Jangan bertengkar karena sepak bola. Kita serumpun. Mari bersama-sama meningkatkan level sepak bola ASEAN," tulisnya.