- Hamza Choudhury menyatakan Bangladesh akan melawan Timnas Indonesia pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta.
- Pertandingan tersebut dinilai sebagai ujian penting untuk mengukur perkembangan dan fondasi kekuatan tim nasional Bangladesh.
- Hamza menyebut timnya kini sudah mampu memberikan perlawanan kompetitif meskipun menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Suara.com - Gelandang Bangladesh, Hamza Choudhury, menyebut pertandingan melawan Timnas Indonesia sebagai ujian penting bagi perkembangan timnya.
Ia menilai Bangladesh memang masih dalam proses membangun kekuatan, tetapi sudah mulai mampu memberikan perlawanan kepada tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.
Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Hamza Choudhury mengakui perjalanan Bangladesh selama satu setengah tahun terakhir tidak selalu berjalan mulus.
Menurut pemain Sheffield United tersebut, masa sulit masih lebih banyak dibandingkan periode positif yang mereka rasakan.
“Secara pribadi ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah. Tentu ada pasang surut. Sayangnya, sejauh ini mungkin masa-masa sulit lebih banyak daripada masa-masa yang baik,” kata Hamza kepada FIFA.
![Eks Pemain Leicester City Tiba di Jakarta, Siap Bela Bangladesh Lawan Timnas Indonesia [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/56376-hamza-choudhury.jpg)
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Hamza kehilangan keyakinan terhadap masa depan Bangladesh.
Hamza menyebut timnya sedang berusaha membangun fondasi untuk mencapai level yang lebih tinggi.
“Kami terus bekerja dan membangun tim untuk bergerak menuju sesuatu yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Hamza, perkembangan Bangladesh tidak semata-mata dapat diukur dari hasil pertandingan.
Kemampuan memberikan perlawanan kepada tim yang secara peringkat dan pengalaman berada di atas mereka juga menjadi indikator penting.
Hal itu terlihat ketika Bangladesh menghadapi Singapura dan Malaysia.
Hamza bahkan menilai Bangladesh seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik ketika menghadapi Singapura.
“Saya merasa kami lebih baik saat melawan Singapura,” kata pemain yang berkarier di Inggris tersebut.
Sementara ketika menghadapi Malaysia, Hamza mengakui Bangladesh terlambat panas.