- Timnas Indonesia melawan Bangladesh di SUGBK Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026, untuk mengejar selisih gol Grup A.
- Pelatih John Herdman menyatakan Rayhan Hannan dan Egy Maulana Vikri berpeluang besar dimainkan dalam laga penutup tersebut.
- Kedua pemain kreatif itu dinilai mampu membantu membongkar pertahanan lawan yang menerapkan strategi blok rendah.
Suara.com - Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam.
Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi skuad Garuda karena kemenangan saja belum cukup.
Timnas ndonesia membutuhkan produktivitas gol untuk mengejar keunggulan selisih gol Malaysia yang saat ini berada di posisi teratas Grup A.
Di tengah kebutuhan tersebut, pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan sinyal bahwa Rayhan Hannan dan Egy Maulana Vikri berpeluang mendapatkan menit bermain.
Kedua pemain sebelumnya belum banyak mendapat kesempatan tampil dalam dua pertandingan awal Grup A.
![Para pemain Timnas Indonesia termasuk Egy Maulana Vikri saat menjalani pemusatan latihan di Bali jelang Piala AFF 2026. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/78357-timnas-indonesia-egy-maulana-vikri.jpg)
John Herdman menegaskan tidak ada pemain yang sepenuhnya tertutup peluangnya untuk dimainkan.
“Semuanya mungkin saja dimainkan (Egy dan Hanan),” kata John Herdman kepada awak media.
John Herdman menjelaskan bahwa keputusan mengenai komposisi pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan.
Data statistik juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pemain yang akan diturunkan.
Pelatih berusia 50 tahun itu melihat produktivitas pemain, posisi bermain, hingga jumlah gol yang dicetak dalam periode tertentu.
“Ketika melihat keputusan seorang pelatih, kami juga melihat data statistik," katanya menjeladkan.
"Kami melihat jumlah gol pemain dalam satu musim, posisi mereka bermain, dan berapa banyak gol yang dicetak pemain dalam periode 12 bulan,” jelas Herdman.
Selain statistik, Herdman turut memperhatikan pengalaman serta level kompetisi yang dijalani para pemain. Menurutnya, perjalanan karier seorang pemain juga dapat memberikan gambaran mengenai kualitas yang dimilikinya.
“Karier seorang pemain juga menceritakan sesuatu. Jika Anda melihat berapa banyak gol yang dicetak Luke Vickery atau berapa banyak gol yang dicetak Joey Pelupessy, Anda mulai bertanya, siapa pencetak gol dalam tim ini?” tutur Herdman.
“Kemudian Anda juga melihat level kompetisi yang dimainkan para pemain ini. Mereka bermain di level yang lebih tinggi. Saya pikir Kevin Diks sudah mencetak enam gol,” imbuhnya.
Meski demikian, peluang Egy dan Hannan tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah gol. Herdman melihat keduanya memiliki karakter kreatif yang bisa memberikan opsi berbeda bagi Timnas Indonesia.
Hal tersebut menjadi penting ketika Indonesia menghadapi tim yang kemungkinan bermain lebih bertahan dan menerapkan blok rendah.
“Jadi sekali lagi, saya selalu mengatakan, jika Anda menggali lebih dalam fakta-faktanya, itu sangat membuka banyak hal,” ungkap Herdman.
“Namun, para pemain tersebut adalah pemain kreatif, sangat kreatif dan menarik. Ketika pertandingan menjadi ketat dan lawan bertahan dengan blok rendah, Anda membutuhkan pemain-pemain seperti Egy yang bisa membuka ruang dan situasi,” terang Herdman.
Herdman juga menilai kontribusi Egy dan Hannan tidak harus selalu berupa gol.
Kemampuan keduanya dalam menciptakan peluang maupun memberikan assist juga dapat membantu Indonesia membongkar pertahanan Bangladesh.
“Jadi, bukan hanya soal gol. Mungkin Egy dan Hannan lebih dikenal karena assist yang mereka berikan,” pungkasnya.