-
Indonesia menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2.
-
Pelatih John Herdman antusias beradu taktik melawan sesama juru taktik Inggris, Anthony Hudson.
-
Herdman menegaskan target utama jangka panjangnya adalah membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030.
Suara.com - Langkah Timnas Indonesia menembus partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 ditandai dengan duel sarat gengsi antara dua juru taktik asal Inggris. Pelatih kepala Indonesia, John Herdman, bakal beradu strategi melawan nakhoda Thailand, Anthony Hudson, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10).
Kepastian bentrok kedua tim terjadi setelah Skuad Garuda menggilas Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga semifinal di SUGBK, Kamis. Kemenangan besar ini mempertemukan kembali dua pelatih yang pernah saling berhadapan di kawasan Amerika Utara.
Rivalitas mereka mengakar sejak Hudson menjabat sebagai asisten pelatih Tim Nasional Amerika Serikat pada periode Juli 2020 hingga Januari 2023. Saat itu, Herdman yang menukangi Timnas Kanada mencatatkan rekor seimbang dalam tiga pertemuan, yakni satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

"Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," kata Herdman dalam jumpa pers setelah kemenangan 9-2 atas Bangladesh di SUGBK, Kamis.
Pertemuan di Jakarta ini menjadi panggung reuni menarik bagi kedua pelatih yang sama-sama berasal dari Inggris. Herdman menegaskan kesiapannya untuk kembali menguji kecerdasan taktik di pinggir lapangan.
"Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus," kata Herdman soal pertemuannya dengan Hudson yang merupakan sesama pelatih asal Inggris.
Performa Timnas Indonesia dinilai masih menyimpan potensi ruang pembenahan yang sangat besar. Herdman mengungkapkan bahwa Skuad Garuda sejauh ini baru merampungkan enam sesi latihan bersama secara intensif.
Proses pematangan chemistry antarpemain memang memerlukan rentang waktu serta tahapan kompetisi yang berkelanjutan. Turnamen seperti FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi sarana krusial dalam menempa mentalitas bertanding tim secara bertahap.
"Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk," kata pelatih 51 tahun itu.
Perkembangan karakter bertanding para pemain terlihat sangat jelas dari dua laga terkini yang dilalui Indonesia. Pemain mampu beradaptasi cepat dalam merespons tuntutan teknis maupun tekanan situasi di atas rumput hijau.
"Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol," tambah dia.
Dukungan gemuruh dari puluhan ribu suporter di stadion terus membakar semangat seluruh jajaran pelatih dan pemain. Nama juru taktik berkebangsaan Inggris tersebut bahkan berkali-kali digaungkan oleh publik SUGBK usai laga usai.
Herdman menegaskan bahwa pencapaian menembus babak final turnamen Asia Tenggara ini hanyalah batu loncatan awal. Target utama yang dicanangkan bersama Skuad Garuda adalah menembus panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.
"Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah," ucap dia.
Kilas balik perjalanan Timnas Indonesia menuju laga pamungkas ini diwarnai oleh performa produktif di lini serang. Keberhasilan mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh membuktikan peningkatan ketajaman serangan yang signifikan.
Sementara itu, Anthony Hudson resmi membesut Timnas Thailand sejak Oktober tahun lalu untuk meningkatkan dominasi tim di kawasan regional. Pertemuan Indonesia dan Thailand di SUGBK diprediksi menjadi salah satu laga final paling sengit dalam sejarah turnamen ASEAN.