-
Kevin Diks meminta menjadi striker demi menghemat stamina dan mencetak gol ke gawang Bangladesh.
-
Timnas Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh dan berhasil melaju ke partai final.
-
Indonesia akan menantang Thailand pada laga final ASEAN Cup di SUGBK hari Senin.
Suara.com - Kevin Diks mengambil keputusan tak biasa dengan meminta digeser menjadi penyerang di menit-menit akhir demi menghemat stamina saat Timnas Indonesia melumat Bangladesh. Keputusan cerdik sang kapten terbukti ampuh menghasilkan gol penutup di detik krusial sekaligus mengunci tiket final.
Langkah darurat ini diambil Diks agar tim tetap tampil utuh tanpa kehilangan pemain akibat kelelahan fisik yang parah. Berkat inisiatif tersebut, Garuda sukses menyegel kemenangan telak sembilan gol berbanding dua di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Strategi unik ini berawal dari rasa lelah hebat yang melanda tubuhnya usai melakoni jadwal pertandingan yang sangat padat. Alih-alih minta ditarik keluar, bek serbabisa itu justru memilih bertahan di lini depan untuk menunggu momentum emas.

"Iya, di 30 menit terakhir sangat berat bagi saya. Namun, saya mencoba untuk mendorong semua orang di sekitar saya. Saya tidak hanya berjuang untuk diri saya sendiri, saya berjuang untuk semua orang yang ada di sekitar," kata Diks ketika ditemui awak media di mixed zone SUGBK.
"Dan itulah saya berkata kepada pelatih (John Herdman), 'Pelatih, apakah saya perlu digantikan atau menjadi seorang striker? Karena dengan begitu saya bisa tetap di lapangan dan menunggu bola sebentar serta tidak bermain dengan 10 orang'. Jadi, dia setuju dan saya tetap main sebagai seorang striker dan saya mencetak gol," kata dia.
Pemain Borussia Moenchengladbach tersebut memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan pantang menyerah rekan-rekannya di tengah kondisi fisik yang terkuras habis. Semangat juang serupa sebelumnya juga ditunjukkan skuad Garuda saat berhasil menahan gempuran Malaysia meski tampil dengan sepuluh pemain.
"Kami di babak pertama bermain sangat bagus. Tentu saja gol di mana kami kebobolan tidak menjadikan kami sempurna. Tapi, berjuang sekeras itu setelah tiga pertandingan dalam enam hari atau enam setengah hari itu sangat sulit. Tapi, saya bangga pada para pemain," kata dia.
Hasil manis ini membawa Indonesia melangkah ke partai puncak untuk menantang Thailand yang sudah lebih dulu mengamankan status juara grup. Pertandingan penentuan gelar juara tersebut dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Senin malam mendatang.
"Saya sudah sering mendengar tentang mereka. Saya sudah melihat mereka bermain sebentar. Gaya sepak bola mereka bagus. Dan kita lihat saja nanti. Tapi, pertama-tama, kita nikmati saja malam ini, lalu besok fokus pada pertandingan berikutnya, dan nanti kita lihat bagaimana," tutur bek berusia 29 tahun tersebut.
Kemenangan besar atas Bangladesh menjadi puncak penampilan impresif Indonesia dalam mengarungi fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Jadwal ketat tiga laga dalam rentang seminggu sempat menguji daya tahan fisik anak asuh John Herdman sebelum akhirnya berhasil lolos secara dramatis.