- Timnas Indonesia menaklukkan Thailand lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Oktober 2026.
- Kemenangan di final FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut membuat Indonesia meraih gelar juara setelah bermain imbang 2-2.
- Tambahan poin dari pertandingan final menempatkan Timnas Indonesia sementara pada peringkat ke-117 dunia per 6 Oktober 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia menulis sejarah baru di sepak bola regional Asia Tenggara. Pada Senin malam, 5 Oktober 2026, skuad Garuda berhasil menaklukkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit di final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Bagi para pendukung Timnas, kemenangan atas rival berat Thailand mengakhiri penantian panjang yang hampir satu dekade tanpa mengalahkan Gajah Perang di ajang resmi. Drama final yang penuh ketegangan, termasuk gol penyama kedudukan di menit-menit akhir perpanjangan waktu, semakin menegaskan karakter mental yang dibangun pelatih John Herdman.
Di tengah euforia juara, perhatian publik langsung beralih ke ranking FIFA. Banyak yang berharap posisi Indonesia di daftar dunia langsung melonjak signifikan. Namun, sistem perhitungan FIFA yang kompleks membuat dampak kemenangan tidak selalu sejalan dengan lonjakan peringkat secara otomatis.
Hingga update live ranking per 6 Oktober 2026, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-117 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin. Angka ini menjadi gambaran terbaru setelah rangkaian pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk hasil final melawan Thailand.
Perjalanan ranking Indonesia selama turnamen cukup dinamis. Sebelum kompetisi dimulai, posisi resmi terakhir yang dirilis FIFA pada Juli 2026 menempatkan Garuda di peringkat 118. Kemenangan 2-0 atas Singapura di laga pembuka sempat mendorong poin dan ranking live.
Hasil imbang 0-0 kontra Malaysia kemudian membuat sedikit penurunan poin, tetapi posisi masih bertahan di area 117-119 karena pergerakan negara lain. Puncaknya datang saat kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh yang memperkuat posisi di 117.
Pada final, hasil imbang 2-2 selama waktu normal dan perpanjangan waktu memberi Indonesia tambahan sekitar 3,35 poin. Poin naik dari kisaran 1.163 menjadi 1.166,50.
Meski demikian, posisi tetap di 117 karena selisih dengan negara-negara di atasnya sangat tipis. Kazakhstan yang berada di peringkat 116 hanya unggul 0,15 poin. Beberapa negara Afrika seperti Tanzania, Sudan, dan Rwanda juga berada di sekitar posisi tersebut.
Peringkat 117 menjadi salah satu capaian terbaik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Di era John Herdman, posisi ini melewati rekor sebelumnya yang sempat mencapai 118.
Dibandingkan dengan periode Shin Tae-yong yang tertinggi di sekitar 125-127, kemajuan ini cukup signifikan. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada di belakang Thailand (sekitar peringkat 92-93) dan Vietnam (sekitar 99), namun sudah jauh unggul dari Malaysia dan negara ASEAN lainnya.
Sistem ranking FIFA memperhitungkan kekuatan lawan, pentingnya pertandingan, serta hasil dari negara lain. Kemenangan atas Thailand yang rankingnya jauh lebih tinggi seharusnya memberi poin lebih besar jika terjadi dalam waktu normal.
Karena laga berakhir imbang dan diputuskan adu penalti, tambahan poin tidak maksimal. FIFA dijadwalkan merilis ranking resmi berikutnya sekitar 7 Oktober 2026, sehingga posisi 117 masih bersifat sementara hingga saat itu.
Meski belum naik drastis, gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 memberi dampak positif jangka panjang. Kepercayaan diri pemain meningkat, kualitas pertandingan regional teruji, dan peluang menghadapi lawan yang lebih kuat di masa depan terbuka lebih lebar.
PSSI dan pelatih John Herdman kini punya modal penting untuk target berikutnya, termasuk masuk 100 besar dunia.
Ke depan, Timnas Indonesia masih memiliki jadwal internasional yang bisa dimanfaatkan untuk menambah poin. Setiap kemenangan atas lawan yang rankingnya lebih tinggi akan sangat berharga. Dukungan publik yang terus menguat juga menjadi faktor non-teknis yang tidak bisa diabaikan.
Ranking FIFA Indonesia ke-117 dengan 1.166,50 poin menjadi bukti bahwa progres sedang berjalan, meski masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk menembus elite sepak bola global.