- Kiper FC Andorra, Jesús Owono, sangat terpukul setelah penyerang CD Tenerife, Jesús de Miguel, meninggal akibat benturan tidak sengaja.
- Akibat insiden tersebut, Owono menerima banyak pesan keras di media sosial hingga harus menonaktifkan akun Instagram miliknya.
- Sebelum insiden itu, Owono memiliki perjalanan hidup sulit karena sempat terpisah dari ibunya di Spanyol saat masa kecil.
Suara.com - Kiper FC Andorra, Jesús Owono, mengalami masa sulit setelah insiden benturan dengan penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, yang berujung kematian.
Penjaga gawang berusia 25 tahun itu dikabarkan sangat terpukul atas tragedi yang terjadi dalam pertandingan kedua tim tersebut.
De Miguel meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras saat pertandingan melawan FC Andorra.
Owono menjadi sosok yang terlibat langsung dalam insiden tersebut setelah lututnya menghantam tubuh sang penyerang ketika berusaha mengamankan bola.
Menurut laporan media Spanyol, COPE, Owono sangat terpukul setelah mengetahui De Miguel meninggal dunia. Ia bahkan terlihat menangis dan berdoa di ruang ganti seusai pertandingan.
Pihak FC Andorra menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Owono juga disebut sempat berniat menghubungi De Miguel dan keluarganya secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf serta dukungan sebelum kabar kematian sang pemain diketahui.
Di tengah situasi tersebut, kehidupan pribadi Owono kembali menjadi perhatian. Di balik kariernya sebagai pesepak bola profesional, kiper asal Guinea Khatulistiwa itu memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah, terutama saat harus terpisah dari ibunya sejak kecil.
Masa Kecil Owono Terpisah dari Sang Ibu
Jesús Lázaro Owono Ngua lahir di Bata, Guinea Khatulistiwa, pada 1 Maret 2001.
Masa kecilnya diwarnai perpisahan dengan sang ibu yang merantau ke San Sebastián, Spanyol, untuk mencari pekerjaan dan menghidupi keluarga.
Saat itu, Owono bersama empat adiknya tinggal di Malabo, Pulau Bioko, dalam pengasuhan bibi dan sepupu mereka.
Ia baru bisa kembali berkumpul dengan ibunya ketika berusia delapan tahun.
Dalam wawancara dengan El Correo pada Juni 2024, Owono mengungkapkan alasan utama dirinya datang ke Spanyol bukanlah untuk mengejar karier sepak bola, melainkan ingin kembali bersama sang ibu.
"Saya datang bukan untuk mengejar mimpi bermain sepak bola, melainkan untuk bersama ibu saya," ungkap Owono.
Ia bahkan mengaku sejak awal sudah memiliki tekad kuat untuk tinggal di tempat ibunya berada.
"Saya sudah yakin ingin berada di mana pun ibu saya berada," katanya.
Karier sepak bola Owono dimulai dari akademi Antiguoko di San Sebastián sebelum bergabung dengan akademi Real Sociedad.
Pada 2017, ia kemudian pindah ke Deportivo Alavés untuk melanjutkan perkembangan sebagai penjaga gawang.
Kesempatan debut di kompetisi kasta tertinggi Liga Spanyol atau La Liga datang pada 2 Januari 2022. Saat itu, Alavés menghadapi Real Sociedad.
Owono juga memperkuat tim nasional Guinea Khatulistiwa dan pernah tampil di Piala Afrika.
Pada 2025, ia bergabung dengan FC Andorra melalui status pinjaman sebelum klub tersebut mempermanenkannya pada Agustus 2026.
Bersama FC Andorra, Owono memiliki kontrak hingga Juni 2029. Namun, tragedi dalam pertandingan melawan Tenerife kini menjadi salah satu momen paling berat dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Diterpa Tragedi dan Serangan di Media Sosial
Kabar meninggalnya Jesús de Miguel memberikan pukulan emosional bagi Owono.
Laporan media Spanyol menyebut sang kiper menerima banyak pesan bernada keras di media sosial setelah insiden tersebut.
Owono bahkan dikabarkan menonaktifkan akun Instagram miliknya. Kondisi itu terjadi ketika ia masih berusaha menghadapi kenyataan tragis yang menimpa De Miguel.
Pihak FC Andorra sebelumnya menegaskan bahwa benturan tersebut bukan tindakan yang disengaja untuk mencederai lawan.
Owono pun disebut ingin menyampaikan permintaan maaf dan dukungan kepada keluarga De Miguel secara langsung.