- Keluarga Hartono menginvestasikan dana lebih dari Rp7 triliun untuk mentransformasikan klub Como 1907 selama tujuh tahun terakhir.
- Pelatih Cesc Fabregas sukses membawa Como 1907 finis di peringkat keempat Serie A dan lolos ke Liga Champions.
- Presiden klub Mirwan Suwarso memperluas pasar global dan merenovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia agar memenuhi standar UEFA.
Suara.com - Como 1907 menjelma menjadi salah satu proyek paling ambisius di sepak bola Italia.
Klub yang tujuh tahun lalu masih berkutat di kompetisi amatir itu kini tampil di Liga Champions dan menjadi magnet bagi sejumlah bintang Hollywood.
Perubahan drastis tersebut tidak lepas dari investasi besar keluarga Hartono asal Indonesia.
Dalam kurun tujuh tahun, pemilik Como 1907 itu telah menggelontorkan dana lebih dari 400 juta euro atau sekitar Rp7 triliun untuk membangun klub menjadi merek sepak bola berkelas dunia.
Kisah kebangkitan Como semakin menarik karena klub ini memiliki identitas yang berbeda.
Bermarkas di Kota Como, Lombardia, yang berada di tepi Danau Como dan dekat perbatasan Swiss, klub tersebut menawarkan perpaduan sepak bola, pariwisata, kemewahan, dan hiburan.
Cesc Fabregas Jadi Otak Kebangkitan Como
Di balik perkembangan Como 1907, terdapat sosok Cesc Fabregas. Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu kini menjadi pelatih yang membangun permainan cepat dengan mengandalkan talenta-talenta muda.
Sejumlah pemain seperti Nico Paz, Jacobo Ramon, dan Lucas Da Cunha menjadi bagian penting dari proyek tersebut. Como juga mulai mendapatkan perhatian lebih luas setelah berhasil finis di posisi keempat Serie A musim sebelumnya.
Pencapaian itu membawa Como ke panggung Liga Champions. Stadion Giuseppe Sinigaglia yang berkapasitas 12.370 penonton pun direnovasi dalam waktu singkat agar memenuhi standar UEFA.
Padahal, sempat muncul kekhawatiran Como harus menggunakan stadion lain untuk menggelar pertandingan Eropa. Namun, manajemen berhasil menyelesaikan peningkatan fasilitas stadion selama musim panas.
Mirwan Suwarso Bawa Pengalaman Industri Hiburan
Presiden klub Mirwan Suwarso memiliki latar belakang yang berbeda dari kebanyakan pengelola klub sepak bola. Sebelum berkecimpung di Como, ia pernah bekerja di industri media, memproduksi film, serta terlibat dalam dunia televisi di London.
Pengalaman tersebut ikut membentuk konsep pengembangan Como 1907. Klub tidak hanya diposisikan sebagai tim sepak bola, tetapi juga sebagai sebuah cerita yang dapat dipasarkan kepada penonton internasional.
Pada 2019, Como hanya memiliki lima karyawan. Kini jumlahnya berkembang menjadi sekitar 300 orang.
Menurut Mirwan, keterbatasan basis pendukung lokal justru menjadi alasan untuk membidik pasar yang lebih luas.
"Basis penggemar lokal kami terbatas, tetapi audiens yang bisa kami jangkau secara global tidak terbatas," kata Mirwan seperti dinukil dari La Repubblica.
Strategi tersebut mulai memperlihatkan hasil. Jika sebelumnya mayoritas pembelian produk resmi klub berasal dari wilayah setempat, kini konsumen dari Kota dan Provinsi Como hanya menyumbang 14 persen.
London, Paris, Roma, Milan, dan New York menjadi sejumlah kota dengan jumlah pelanggan terbesar.
Selain konten sepak bola, kanal resmi klub juga menyajikan dokumenter mengenai Kota Como dan keindahan danaunya.
Mirwan menilai Como memiliki keunggulan yang tidak dimiliki klub-klub besar Inggris, meskipun dari sisi finansial masih tertinggal.
"Apa yang dimiliki Premier League tetapi tidak kami miliki? Uang. Namun, kami punya sejarah, seni, makanan, dan gairah. Serta danau terindah di dunia," ujarnya.
Menurut Mirwan, sepak bola Italia juga perlu menjual keindahan negara tersebut kepada masyarakat internasional, bukan hanya memasarkan pertandingan.
"Sepak bola Italia juga perlu menjual negara di sekitarnya ke luar negeri," kata Mirwan.
Meski mengejar pasar internasional, manajemen tidak ingin menjauh dari masyarakat setempat. Harga tiket tetap dijaga agar terjangkau bagi pendukung lokal yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan klub.
"Como adalah milik masyarakat Como. Kami melihat diri kami sebagai tamu, bukan pemilik," tegas Mirwan.