- Konten kreator Asmawi Sueb berorasi dalam aksi unjuk rasa massa organisasi masyarakat di depan Mabes Polri, Jakarta.
- Demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas kontroversi penggeledahan Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalutal Quran di Sukoharjo pada akhir Oktober 2026.
- Massa aksi menuntut agar kepolisian segera mencopot Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan, terkait kasus penggeledahan pesantren tersebut.
Suara.com - Konten kreator muda Betawi, Asmawi Sueb, atau yang lebih dikenal dengan Kata Baba turun gunung ikut melebur bersama massa aksi 611 di depan Mabes Polri, Jakarta pada Jumat, (6/11/2026).
Pria yang memiliki 1,5 juta pengikut di instagram itu turut memberikan orasi di atas mobil komando dengan gaya bicaranya yang khas logat betawi.
Orasi Katababa juga menyelipkan pantun dan candaan kritis merespon penggeledahan polisi terhadap Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalutal Quran di Sukoharjo pada akhir Oktober 2026 lalu.
"Saya datang kemari untuk membersamai seluruh guru-guru saya baik habib, kyai, ustad, santri. Ketika ada santriwati dikriminalisasi, rumahnya diobok. Beraninya kok ama perempuan?!" ucap Kata Baba disambut pekikan dari massa aksi.

Menurut dia, perempuan seharusnya diposisikan di tempat yang mulia. Mengingat, peran ibu yang luar biasa bagi kehidupan tiap manusia.
"Perempuan harus dijaga. Kalau perempuan enggak dijaga, elo beranak dari mana gue tanya? Masa dari jempol Jokowi?" canda dia.
Kata Baba juga berujar kalau santri atau santriwati adalah ujung tombak generasi muda tanah air yang memiliki peran historis bagi bangsa.
Untuk itu dia menilai penggeledahan santriwati tersebut sebagai bentuk polisi lupa akan sejarah.
"Beli ikan teri hari Selasa, ke Senayan pagi-pagi. Santri harapan bangsa, kalu bukan dia siapa lagi," tambah Kata Baba.
Sebagai informasi, sejumlah organisasi masyarakat menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta pada Jumat, (6/11/2026). Mereka menuntut Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan dicopot dari jabatannya.
Demonstrasi yang bertajuk Aksi Damai 611 itu merupakan buntut panjang dari kontroversi penggeledahan Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalutal Quran di Sukoharjo pada akhir Oktober lalu.
Adapun, dalam aksinya mereka memberikan tiga poin pernyataan sikap. Yaitu:
Satu, mereka mengapresiasi langkah Polri dengan mengusut dugaan keterlibatan bekas Kapolri Listyo dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto serta pencopotan Kapolres Sukoharjo.
Kedua, mendesak kepolisian agar segera mencopot Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan dalam kasus penggeladan di Ponpes Hamalutal Quran.
Ketiga, meminta Polri agar turut terlibat dalam menjaga marwah dan martabat pesantren di seluruh Indonesia.
Reporter: Alif Bintang