SuaraCianjur.Id,- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara tegas menolak permohonan perlindungan yang dilayangkan Putri Chandrawathi, istri Ferdy Sambo dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Alasannya LPSK menolak permohanan Putri karena mereka menemukan adanya kejanggalan.
Ketua LPSK, Hasto Atmojo menjelaskan kejanggalan pertama adalah adanya dua permohonan lain yang diajukan. Pertama pada tanggal 8 Juli 2022 Putri melayangkan perlindungan merujuk laporan polisi yang ada di Polres Metro Jakarta Selatan.
Lalu yang kedua Putri kembali melayangkan permohonan pada tanggal 14 Juli 2022. Tapi dalam laporan itu memiliki nomor yang sama.
"Kejanggalan ini semakin menjadi, setelah kami mencoba berkomunikasi dengan ibu P (Putri). Sampai akhirnya, kami kemudian kan baru dua kali ketemu dua kali dengan ibu P dari LPSK," ucap Hasto di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (14/8/2022).
Hasto juga menyampaikan, dua usaha pertemuan dengan Putri tidak mendapat hasil yang ditargetkan. LPSK kemudian menjadi ragu apakah Putri benar-benar hendak mengajukan permohonan atau tidak.
"Kedua pihak ibu P bertemu beberapa waktu yang lalu dan tetap tidak bisa mendapatkan keterangan terhadap ibu P. Dan saya selalu katakan bahwa kami juga ragu-ragu apakah ibu P ini berniat mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK," jelasnya.
Penolak juga didasari LPSK yang merujuk pada keterangan Bareskrim Polri yang menyatakan tidak ada dugaan pelecehan seksual terhada Putri.
"Oleh karena itu LPSK memutuskan untuk menolak atau menghentikan penelaahan terhadap ibu P ini. Karena, memang ternyata tidak bisa diberikan perlindungan," pungkas Hasto.
Baca Juga: Komnas HAM Datangi Rumah Ferdy Sambo Lokasi Penyiksaan Brigadir J
Sementara itu seperti yang diketahui, tim khusus bentukan Kapolri telah menetapkan Bharada E dan tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat. Tiga tersangka lainnya, yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuwat.