Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
Barang milik warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, yang terbakar secara misterius, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Hiskia)
  • Tim FTME UPN Yogyakarta menemukan indikasi gas metana bawah permukaan sebagai pemicu kebakaran misterius di Seyegan, Sleman.
  • Gas metana berasal dari material organik rawa purba yang bermigrasi ke pemukiman warga melalui jalur retakan tanah.
  • Tim merekomendasikan pemantauan selama satu bulan dan mengosongkan lantai dasar rumah untuk menjaga keselamatan penghuni dari ancaman gas.

Suara.com - Tim Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta menemukan indikasi kuat keberadaan gas metana bawah permukaan yang diduga menjadi pemicu kebakaran misterius berulang di rumah warga Seyegan, Sleman.

Temuan itu diperoleh setelah tim melakukan peninjauan langsung di sekitar lokasi kejadian dan menelusuri kondisi geologi wilayah setempat.

Dekan FTME UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmad, mengatakan tim sempat menelusuri aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah warga tersebut.

Di lokasi itu, tim menemukan singkapan batuan berwarna gelap yang diduga menjadi tempat penyimpanan gas.

Setelah menyisir area genangan air di sekitar singkapan, tim mendapati gelembung-gelembung gas yang muncul dari bawah permukaan.

"Akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu adalah gas metana, gas CH4," kata Basuki kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Disampaikan Basuki, temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa wilayah tersebut dulunya merupakan area rawa yang menyimpan material organik penghasil gas metana.

Menurutnya, gas yang terakumulasi di dalam batuan dapat terus bergerak atau bermigrasi menuju area lain ketika tekanannya cukup besar.

"Jadi, indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa," kata dia.

Selain menemukan sumber gas, tim mengidentifikasi adanya jalur retakan atau patahan tanah yang mengarah ke utara. Jalur tersebut diduga menjadi media migrasi gas hingga mencapai kawasan permukiman, termasuk rumah yang mengalami kebakaran berulang.

"Kami dapatkan indikasi juga jalur-jalur semacam patahan retakan-retakan yang arahnya ke utara dan diindikasikan kuat juga migrasi ini nyasar ke rumahnya Pak Agus (pemilik rumah yang terbakar secara misterius)," ungkapnya.

Beberapa titik rumah dan barang milik warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, yang terbakar secara misterius, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Hiskia)
Beberapa titik rumah dan barang milik warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, yang terbakar secara misterius, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Hiskia)

Meski demikian, ia menilai kondisi saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pengamatan lapangan, intensitas kemunculan gas diduga telah menurun.

Namun tim dari UPN Veteran Yogyakarta merekomendasikan masa pemantauan selama sekitar satu bulan untuk melihat perkembangan lebih lanjut.

"Jadi, kami sampaikan untuk mitigasinya kami berharap mungkin kita tunggu saja sekitar, saran kami satu bulan," tuturnya.

Selama masa pemantauan tersebut, UPN bersama Dinas ESDM DIY akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi berkala. Jika dalam periode tersebut masih ditemukan kebakaran, tim akan mempertimbangkan kajian yang lebih rinci menggunakan metode geofisika.

"Maka, ini tadi saran kalau memang harus lebih rinci memang kita lakukan rekaman geofisika, melihat kondisi bawah permukaan seberapa besar reservoir gas ini tersimpan," ungkapnya.

Terkait keselamatan penghuni rumah, Basuki menyarankan agar area lantai dasar untuk sementara dikosongkan sambil menunggu hasil pemantauan.

Sementara itu, aktivitas penghuni dapat dilakukan di lantai dua sembari tim memantau apakah masih ada indikasi kemunculan gas maupun api dalam beberapa pekan ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:44 WIB

Dokter Cerita Pasien Kulit Terbakar Matahari Usai Diving, Ini Kesalahan saat Pakai Sunscreen!

Dokter Cerita Pasien Kulit Terbakar Matahari Usai Diving, Ini Kesalahan saat Pakai Sunscreen!

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:37 WIB

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:09 WIB

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB