SuaraCianjur.id- Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi meningkatnya laju inflasi di sektor transportasi.
Hal tersebut disampaikan Menhub Budi dalam acara peringatan HUT RI Ke-77 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (17/8/2022) kemarin.
"Kita tetap harus mengantisipasi sumbangan sektor transportasi terhadap tingkat inflasi nasional yang termasuk cukup tinggi dibandingkan sektor-sektor yang lain,” terang Budi.
Menurutnya, ditengah kondisi yang sulit saat ini sektor transportasi telah menunjukkan pemulihan dan kebangkitannya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor transportasi berhasil tumbuh 21,27 persen pada triwulan II-2022, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Pada triwulan 1-2022 sebelumnya, mengalami pertumbuhan positif yakni mencapai 15,79 persen.
"Hal ini menunjukkan tren yang terus meningkat di sektor transportasi hingga triwulan kedua tahun 2022," kata Budi.
Sehingga menurutnya, pertumbuhan positif sektor transportasi pada triwulan kesatu dan kedua pada tahun ini, menjadi salah satu faktor yang mengerek pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022.
Kendati demikian, Menhub meminta agar bisa mengantisipasi sumbangan sektor transportasi terhadap tingkat inflasi nasional.
Untuk pulih lebih cepat dibutuhkan inovasi, kreativitas, dan peningkatan kualitas SDM yang andal, tangguh dan memiliki budaya melayani.
Khususnya dalam mencari sumber pendanaan baru di tengah keterbatasan APBN, melalui: pendanaan creative financing dengan skema KPBU, termasuk penguatan peran BUMN, Badan Layanan Umum(BLU), lembaga pengelola investasi, special mission vehicle (SMV), dan juga sumber-sumber dana luar negeri yang dimungkinkan.
Menhub Budi pun berharap, seluruh insan transportasi bisa terus memberikan pelayanan terbaik. Terutama menjaga komitmen mewujudkan transportasi yang mengutamakan keselamatan, andal, berdaya saing kepada masyarakat.
Sumber: Suara.com