SuaraCianjur.id- Bagi kaum muslimin alangkah lebih baik jangan pernah mengucapkan I Hate Monday atau Aku benci hari Senin. Justru sebaliknya harus banyak melakukan amalan hari Senin.
Kembali menghadapi rutinitas kerjaan yang melelahkan dan menguras pikiran, adalah sebagian dari tantangan yang harus dilalui dengan cara bersabar.
Islam memiliki pandangan soal awal pekan yang terkadang membuat sebagian orang tidak menyukai hal ini. Senin adalah hari istimewa, karena Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal di tahun Gajah. Dan berdasarkan penanggalan kalender masehi, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin tanggal 5 Mei 570 M.
Ketika beliau dilahirkan penuh dengan suasana suka cita. Karena itu, Rasulullah SAW tak pernah meninggalkan amalan puasa sunah Senin. Itu dilakukan untuk menyampaikan rasa syukur atas kelahirannya.
Melansir dari akun Youtube Indonesia Mengaji, Ustadz Adi Hidayat mengatakan hari di adalah waktu pintu-pintu surga dibuka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apa pun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).
Maka dari itu, dianjurkan bagi seluruh umat muslim agar berpuasa sunah pada hari Senin.
Adapaun doa yang bisa diamalkan pada hari Senin:
“Allâhumma aulinî fî kulli yaumitsnain ni‘mataini tsintain, sa‘âdatan fî awwalihi bithâ‘atik, wa ni‘matan fî ãkhirihi bimaghfiratik, yâ man huwal ilâhu walâ yaghfirudz dzunûba siwâh.
Baca Juga: Diah Pujiati Anak Komedian Eddy Gombloh Kecewa, Prosesi Pemakaman Ayahnya Kristen
“Ya Allah berikanlah padaku pada setiap hari Senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan ketaatan kepada-Mu dan kenikmatan di akhirnya dengan ampunan-Mu, wahai yang Dia adalah Tuhan, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Dia.”
Adapun untuk puasa Sunnah di hari Senin, Nabi ditanya oleh para sahabat dan Nabi menjawab, hari Senin adalah hari kelahirannya.
Ustadz Adi Hidayat lantas menambahkan, kalau ingin memperingati hari kelahiran maka berpuasalah sebagai bahan untuk melakukan instropeksi diri.
"Jadi sunnahnya hari kelahiran itu puasa, maksud puasa itu mengoreksi diri," kata Ustadz Adi Hidayat. .
Bahkan ketika orang yang sering mengerjakan puasa Sunnah pada hari Senin dan Kamis memiliki dua keistimewaan yaitu, meningkatkan amal shaleh dan bisa menahan maksiat.
"Jadi gak ada orang puasa maksiat minimal takut batal puasanya." Kata dia.