SuaraCianjur.id- Seorang pria berinisial D sekaligus mengaku seorang bandar judi kerap memberikan setoran ke Konsorsium 303 diduga melalui AKBP JRS hingga nominal mencapai ratusan juta rupiah.
Pria tersebut mengaku uang setoran dari hasil judi online itu sebesar Rp250 juta per minggu.
AKBP JRS satu dari sekian anggota kepolisian yang dicopot dari jabatannya karena tersandung dalam pusaran pembunuhan Brigadir J yang didalangi oleh Irjen Pol Ferdy Sambo.
AKBP JRS adalah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya. Dari pengkuan bandar judi online tersebut, menceritakan perjalanan soal AKBP JRS ini.
Ia mengatakan, diduga kalau AKBP JRS adalah kaki tangan dari perwira yang saat itu masih menjabat sebagai Dirkrimum Polda Metro Jaya.
“Ini tangan kanannya Nico, Dirkrimum Polda Metro waktu itu lah,” kata dia, melansir dari akun youtube Quotient TV, Senin (29/8/2022).
Berjalannya waktu, AKBP JRS ini iktu sespim karena memiliki potensi ekonomi yang cukup kuat.
“Setelah ikut Sespim , itu di sespim juga setor juga sama mereka-mereka jadi dia santai aja,” jelasnya.
Setelah selesai sespim JRS sempat berdinas di Bareskrim menjadi anak buah Dirtipidum Bareskrim Polri, yang saat itu dijabat oleh Ferdy Sambo
“Di situlah dia semakin dekat dengan Ferdy Sambo, karena dia basic-nya sebagai koordinator penampung terima setoran wajib untuk judi darat dengan judi online ke JRS semua,” kata dia.
Setelah itu JRS menjabat sebagai Kanit dua Jatanras Polda Metro Jaya dengan Nico sebagai atasannya.
“Nah setelah itu dia ditempatkan di Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Direkturnya itu masih Nico yang sekarang jadi Kapolda Jawa Timur itu yah. Itu judi-judi semua harus setor melalui dia, kalau tidak salah itu Rp40 juta per minggu,” bebernya lagi.
Bahkan dirinya juga mengungkapkan adanya setoran untuk tingkat Polsek dan Polres. Masing-masing disebutkan oleh pria tersebut.
“Polres Rp25 juta per minggu, dulu ya waktu ramai di Jakarta. Kasat itu Rp10 juta lah. Untuk Jerry saja, itu sebulan paling kecil Rp300 juta, loh. Itu untuk dia saja untuk dia sendiri,” bebernya lagi.
“Kalau Dir (Direktur) itu di atasnya lah. Tapi Dir itu dititip sama Jerry, kalau Dir tidak mau ditemui,” lanjutnya .
Pria tersebut menegaskan jika saat itu Kapolda Metro Jaya yang masih di dijabat oleh Idham Azis tidak menerima uang apapun. Karena menurutnya saat Idham menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya kerap memberikan tindakan terhadap parktik perjudian.
“Kalau Kapolda waktu itu enggak, saya taunya itu Kapolda waktu itu Pak Idham enggak terima uang, saya tau lah Pak Idham itu yah. Kalau ada laporan perjudian langsung dia tindak,” tegasnya.
Sumber: Youtube